RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA

Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)mencatatkan lababersih sebesar Rp83,81 miliar atau naik 175,14% dibanding periode yang sama tahun 2017yang tercatat laba sebesar Rp30,48 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mengungkapkan, pencapaian kinerja perseroan ditopang dari pendapatan properti sebesar Rp300,76 miliar atau naik 137,02% dibandingkan akhir Juni 2017 sebesar Rp126,89 miliar. Sedangkan beban pokok penjualan mengalami kenaikan 143,3% dari Rp73,8 miliar menjadi Rp182,4 miliar. Sementara kewajibantercatat Rp 1,081 triliun miliar atau mengalamikenaikan 38,76% dibanding akhir tahun 2017sebesar Rp779,8 miliar.

Kemudian ekuitas tercatatsebesarRp5,3 triliun atau mengalami kenaikan 3,92% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat Rp5,1 triliun. Adapunaset tercatat sebesarRp6,45 triliun atau naik 8,76%dibandingakhirtahun 2017 yang sebesarRp5,93 triliun. Asal tahu saja, pasca mengakuisisi PT Hokindo Properti Investama, saat ini RIMO semakin fokus dalam menjalani bisnisnya di bidang properti.

Direktur Utama PT Rimo Internasional Lestari Tbk, Teddy Tjokro Sapoetra pernah bilang, ada beberapa proyek yang tengah digarap perusahaan pada tahun ini. Rimo memiliki landbank yang cukup besar di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa dan Kalimantan. "Diversifikasi portfolio pengembangan dengan fokus memaksimalisasi nilai lahan dengan menciptakan kota mandiri yang infrastrukturnya berupa perumahan, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan apartemen,”ujarnya.

Proyek yang tengah digarap RIMO salah satunya adalah proyek apartemen South Hills, Kuningan, Jakarta yang masih dalam tahap pembangunan. Proyek ini terdiri dari 597 unit apartemen serta direncanakan rampung pada kuartal II-2019. "Untuk pemasarannya dilakukan pada tahun ini, sudah ada 60% unit yang dipesan," tutur Teddy.

Kedua, ada proyek perumahan yang terletak di Gandaria yang ditargetkan untuk masyarakat kelas menengah ke atas. Teddy menambahkan proyek yang akan digarap juga ada superblok terpadu dengan luas 296 hektare (ha) di Sumbawa. Proyek ini akan menjadi satu-satunya pembangunan modern berskala besar di Sumbawa. Tak hanya itu, perseroan juga memulai proyek Puncak Golf and Resort seluas 200 ha di Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Dalam proyek ini, RIMO menggandeng Jack Niklaus Design Company sebagai perancang desain proyek ini.

BERITA TERKAIT

Bidik Pendapatan Rp 720 Miliar - Superkrane Datangkan Crane Super Jumbo

NERACA Jakarta - Emiten penyewa crane terbesar di Indonesia, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) mendatangkan dua alat berat berukuran…

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…