Garap Bisnis Hotel Budget, Ciputra Development Siapkan Rp 1,2 Triliun

Neraca

Jakarta – Memanfaatkan pasar properti yang terus booming ditahun kemarin dan tahun ini, PT Ciputra Development Tbk (CTRP) agresif membangun 30 hotel budget dalam dua tahun terakhir. Investasi untuk pembangunan hotel budget tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun dengan perhitungan setiap investasi satu budget hotel sebesr Rp 40 miliar.

Direktur PT Ciputra Property Tbk Artadinata Djangkar mengatakan, perseroan akan fokus bisnis pada hotel budget karena dinilai dapat di jangkau masyarakat dan bisa menambah pasar baru yang belum di garap,”Pembangunan hotel budget akan dilakukan disetiap daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi besar,”katanya di Jakarta, Rabu (29/2).

Nantinya, hotel budget akan menggarap pasar para pegawai yang menginap di luar kota, bisnismen dan turis domestik yang tidak perlu hotel berbintang tetapi memberikan kenyaman tempat. Untuk biaya menginap permalamnya, dipatok sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.

Pada tahun ini, perseroan akan membangun 6 hotel budget, tiga lokasi yang sudah akuisisi lahannya 100% oleh perseroan diantaranya Bandung, Semarang dan Yogyakarta. Sementara tiga lainnya, perseroan belum mau menyebutkan lokasi. Namun beberapa lokasi yang disebutkan diantaranya Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.

Kata Artadinata, ground breaking pembangunan hotel budget akan dimulai pada Juli-Agustus 2012. Oleh karena itu, sektor bisnis tersebut dinilai kecil kontribusinya terhadap pendapatan perseroan. Sementara untuk operatornya, perseroan masih memilih dikelola sendiri dan tidak menunjuk operator ternama.

Direktur Ciputra Develoment Sugwantono menjelaskan, alasan tidak memakai operator lain karena perseroan masih yakin dengan brand Ciputra bisa mendongkrak jumlah pengunjung dan penyewa. “Kita masih percaya dengan brand Ciputra dan tidak perlu operator yang ternama,”tegsnya.

Selain itu, Sugwantono juga menuturkan, ditahun ini perseroan melakukan renovasi mal Ciputra Jakarta dengan nilai investasi sebesar Rp 44 miliar dan mal Ciputra Semarang Rp 24 miliar. Renovasi dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para tenan.

Dia menjelaskan, renovasi mal baik interior dan eksterior akan dilakukan pada bulan April dan Mei dan selesai awal tahun 2013. Untuk renovasi kedua mal Ciputra ini akan di tunjuk konsultan asal Singapura.

Kinerja Perusahaan

Asal tahu saja, Ciputra Development membukukan laba bersih 2011 sebesar Rp 158 miliar dan pendapatan Rp 440 miliar. Sementara penjualan mencapai Rp 500 miliar. Kemudian untuk tahun ini, perseroan menargetkan penjualan mencapai tiga kali lipat atau sebesar Rp 1,5 triliun dan pendapatan sebesar Rp 902 miliar serta laba Rp 223 miliar.

Keyakinan target penjualan perseroan bisa terealisasi didasarkan pada penjualan perseroan pada Januari 2012 sudah mencapai Rp 227 miliar. Sementara untuk belanja modal, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,8 triliun. Dimana belanja modal tersebut akan banyak digunakan untuk membangun Ciputra World I sebesar Rp 1,385 triliun dan Ciputra World II Rp 215 miliar.

Pada tahun ini juga, kontribusi pendatan perseroan ditargetkan akan lebih banyak disumbang PT Ciputra Graha sebesar 39%, Mal Ciputra Jakarta 18%, Penjualan Ciputra World II 18%, Hotel Ciputra Jakarta 11%, Mal Ciputra Semarang 9% dan Hotel Ciputra Semarang 4%. Sedangkan recurring income dipatok 42% dan penjualan 58%.

Kemudian pada tahun 2011 lalu, kontribusi pendapatan perseroan sebesar berasal dari Mal Ciputra Jakarta 34%, Hotel Ciputra Jakarta 21%, Ciputra World II 19%, Mal Ciputra Semarang 17% dan Hotel Ciputra Semarang 8%. Sementara untuk recurring income 81% dan sale 19%. (bani)

Related posts