Cikarang Listrindo Siapkan US$ 20 Juta - Rencanakan Buyback Saham

NERACA

Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 321,74 juta saham atau 2% dari jumlah modal ditempatkan perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Guna memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan memperkirakan biaya buyback saham sebanyak-banyaknya US$20 juta atau setara dengan Rp295,88 miliar dengan asumsi kurs tengah Rp14.794 per dolar AS. Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari 3 tahun.

Selain itu, perseroan sewaktu-waktu dapat menjual saham tersebut di bursa efek maupun di luar bursa, ditarik kembali dengan cara pengurangan modal, melaksanakan progran ESOP atau MESOP, dan melaksanakan konversi efek bersifat ekuitas. Dengan dilaksanakannya pembelian kembali tersebut, maka akan meningkatkan laba per saham sehingga jumlah dividen yang dapat dibagikan kepada para pemegang saham akan meningkat.

Lebih lanjut, manajemen Cikarang Listrindo menuturkan kondisi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di masa yang akan datang. Saham perseroan masih dapat berfluktuasi sehingga pergerakan harga saham dapat turun secara tajam yang pada dasarnya tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek perseroan. Sepanjang tahun berjalan 2018, harga saham POWR telah terkoreksi 26,54% ke level Rp955 per saham pada akhir perdagangan Jumat (15/9).

POWR menunjuk PT Indopremier Sekuritas untuk melakukan buyback. Untuk memperoleh izin melaksanakan buyback, POWR akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 24 Oktober 2018. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan penambahan 100 pelanggan listrik baru. Dimana hingga Juni, perseroan mencatat telah menambah 31 pelanggan baru. Target utama pelanggan POWR adalah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat. Sejumlah kawasan industri tersebut meliputi Kawasan Industri Jababeka, Kawasan Industri MM2100, East Jakarta Industrial Park, Hyundai Inti Development dan Lippo Cikarang.

Direktur Keuangan PT Cikarang Listrindo Tbk, Christanto Pranata pernah bilang, perseroan menyakini target tersebut bakal tercapai. Perusahaan mencatat sebanyak 82% kliennya sudah berlangganan listrik lebih dari lima tahun. Alhasil, Cikarang Listrindo mengklaim punya catatan churn rate 0,1% terhadap total jumlah pelanggan. Churn rate adalah persentase pelanggan yang meninggalkan pemasok dalam jangka waktu tertentu.

BERITA TERKAIT

Pelanggan IndiHome Tembus 5 Juta

Memasuki penghujung tahun 2018, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraih pencapaian yang baik dengan mencatatkan 5 juta pelanggan IndiHome…

Beban Operasional Membengkak - Medco Energi Telan Kerugian US$ 11,08 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kerugian sampai dengan sampai dengan US$…

Lunasi Utang US$ 200 Juta - XL Axiata Rencanakan Refinancing di 2019

NERACA Jakarta – Mengurangi porsi beban utang, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bakal bayar utang senilai US$ 200 juta hingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…