Hitung Ulang APBN Akibat Ulah Rupiah

Oleh: Sarwani

Fluktuasi nilai tukar rupiah yang sangat dinamis menyulitkan pemerintah dalam menetapkan asumsi makro ekonomi dalam APBN 2018. Meski Bank Indonesia berusaha keras mengendalikan nilai tukar rupiah, namun kekuatan pasar yang lebih menentukan.

Rupiah melemah cukup dalam, bahkan sempat menyentuh Rp15.000 per dolar AS. Pelemahan ini membuat pemerintah harus menghitung ulang pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam nota keuangan APBN 2018.

Sejumlah pihak menyatakan pemerintah sudah harus mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2018. Pemerintah wajib menaikkan asumsi nilai tukar rupiah ke kisaran Rp14.700-Rp14.900 per dolar AS. Namun ada juga yang menyatakan asumsi APBN saat ini masih cukup baik.

Meskipun rupiah mengalami tekanan yang cukup besar hingga tahun depan, mata uang tersebut masih berpeluang mendekati nilai fundamentalnya. Di samping itu, pemerintah masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Jika berhasil maka akan sangat mempengaruhi nilai tukar mata uang Garuda tersebut. Nilai fundamental rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 14.400 secara rata-rata.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui realisasi APBN 2018 meleset dari target yang ditetapkan pada awal tahun sehingga berdampak pada asumsi makro yang semakin tidak realistis, salah satunya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Realisasi sampai semester I 2018 sebesar Rp 13.855 per dolar AS, jauh melebihi asumsi yang ditetapkan pada awal penyusunan APBN sebesar Rp 13.400 per dolar AS.

Perubahan asumsi nilai tukar rupiah tentu memiliki dampak luas pada perhitungan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam APBN 2018. Sejauh mana dampak ini pada masing-masing pos tersebut? apakah perubahan ini menguntungkan bagi pemerintah atau sebaliknya? Bagaimana dengan dampak perubahan asumsi tersebut terhadap perhitungan APBN secara keseluruhan?

Penghitungan nilai tukar rupiah merupakan domain BI, namun tetap diperlukan penghitungan ulang atas konsekuensi dari pergerakan nilai tukar dalam postur penerimaan dan belanja negara.

Untuk RAPBN 2019, Sri Mulyani menawarkan pembahasan lebih lanjut soal asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019, dari yang diusulkan pemerintah sebesar Rp 14.400 per dolar AS, menyusul masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Besar kemungkinan asumsi nilai tukar rupiah akan diubah dari yang telah ditetapkan. Pemerintah menegaskan pembahasan tersebut untuk mendapatkan angka yang kredibel sebagai cerminan dinamika yang terjadi agar ada kepercayaan dalam APBN.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, rata-rata nilai tukar rupiah sejak awal tahun hingga minggu pertama September 2018 mencapai Rp 13.977 per dolar AS. Pergerakan nilai tukar rupiah yang sangat dinamis ini dipengaruhi oleh kondisi global timbulnya perang dagang AS dan China, normalisasi kebijakan moneter AS, dan berkurangnya modal yang masuk ke emerging market. Kondisi tersebut bakal terus berlangsung hingga tahun depan, sehingga pemerintah bersama DPR perlu membahas lagi besaran asumsi kurs.

Dengan memperhitungkan faktor internal dan eksternal , apakah asumsi nilai tukar rupiah tersebut bisa lebih realistis? Risiko fiskal apa yang dihadapi jika kemudian terjadi perubahan kurs rupiah yang berbeda dari asumsi yang telah ditetapkan dalam APBN? Bagaiman dampaknya terhadap asumsi makro yang lain? (www.watyutink.com)

BERITA TERKAIT

Andri Sukses Merakit Bisnis Ratusan Juta Rupiah - Kisah Pelapak Bukalapak

Komitmen Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang memiliki visi memberdayakan UKM di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, terus dilakukan dengan berbagai…

KONFERENSI PERS APBN KITA

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (15/11/2018). Menurut Menkeu pelaksanaan APBN…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menguak Dalang Pelaku Pentas Politik

   Oleh: Nadia Permatasari, Alumni HMI Gerakan aksi 212 yang terjadi tahun lalu merupakan gerakan massa umat muslim secara masif…

Mewujudkan Industri 4.0 Lewat Peningkatan Mutu SDM

Oleh: Muhammad Razi Rahman Presiden Joko Widodo, dalam salah satu upayanya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, juga telah menetapkan…

Rendahnya Komitmen Kepala Daerah Adopsi Sistem Cegah Korupsi

Oleh: Roy Salam, Direktur Indonesia Budget Center Kepala Daerah memang rentan melakukan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan…