Wisata Kota Kaum Urban

Neraca. Manusia didalam memenuhi kebutuhan hidupnya banyak menempuh cara, baik yang cara yang sesuai prosedur maupun yang tak sedikit atau bahkan melenceng dari prosedurnya. Gaya hidup seseorang biasanya ditentukan dari pendapatannya, semakin besar pendapatannya semakin tinggi gaya hidupnya dan semakin selektif dalam mempergunakan uangnya terlebih dalam cara menghabiskan uangnya pada saat liburan.

Hal ini terlihat dari naiknya tingkat pengunjung yang datang di berbagai objek wisata, terkait dengan Industri pariwisata Indonesia yang sempat menurun pasca bencana alam yang lampau, hal ini sebaiknya para pelaku bisnis pariwisata ini menyikapi dengan meluncurkan strategi baru dalam menarik para wisatawan agar mau berkunjung lagi ke Indonesia.

Banyak objek wisata yang belum disentuh oleh pihak manapun, dari segi fasilitas yang ada pun masih seadanya. Bahkan keindahan dan eksotismenya pun belum terkelola dengan rapih. Untuk menyikapi hal ini selayaknya pihak Kementrian Pariwisata harus lebih banyak melakukan survey dan pengembangan wisata alam yang tertinggal. Merujuk akan hal inilah yang banyak menuntut perhatian dan kerjasama berbagai pihak Pariwisata Indonesia untuk melakukan pembenahan.

Kota-kota besar kini telah dijadikan gerbang terdepan perubahan sosio-ekonomi dan pariwisata global, dengan setengah populasi dunia sekarang tinggal di daerah-daerah urban dan setengah yang lainnya semakin bergantung pada kota untuk kemajuan ekonomi, sosial, dan politik mereka. Faktor-faktor seperti globalisasi dan demokratisasi telah meningkatkan peran penting kota demi tercapainya pembangunan berkelanjutan.

Urban sendiri bisa dipahami sebagai sebuah kondisi gaya hidup yang serba cepat, profit oriented, full with 9-to-5-workaholic-people, tight rules. di Indonesia, urban tidaklah seperti yang ada di “barat” sana. Kondisi urban di New York misalnya, sangat jauh dengan kondisi urban Manado misalnya. Kondisi urban kota besar seperti New York sudah memiliki ciri-ciri yang sangat kuat, beda dengan kondisi urban Manado yang masyarakatnya masih membawa ciri-ciri kampung atau desa dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kota setempat diharapkan mampu menyediakan ruang hidup yang berkualitas bagi semua penghuninya. Hal ini bisa tercapai bila distribusi tanah perkotaan, utilitas dan fasilitas perkotaan dilakukan secara berkeadilan. Distribusi dari pemakaian tanah dan sumberdaya urban lainnya harus dilakukan secara berkeadilan dengan tujuan bisa menampung berbagai tingkat kegiatan ekonomi urban mulai dari ekonomi kampung, ekonomi urban, ekonomi regional maupun ekonomi global.

Secara sosial ini berarti kota tersebut mampu mengembangkan sebuah komunitas urban baru (new urban community) yang bertumpu pada kehidupan secara kolektif yang kuat. Dari segi ini berarti kita harus melakukan reorganisasi dari satuan-satuan ruang baik di dalam kota maupun di pinggiran kota yang mampu mewadahi lahirnya komunitas urban yang kolektif.

Sebagai pemacu perkembangan ekonomi nasional dalam rangka proses transformasi masyarakat Indonesia secara keseluruhan dari Negara berkembang menjadi negara yang mampu bersaing secara global, demokratis dan bermartabat. perkotaan haruslah mampu mengatasi struktur ekonomi urban yang sangat lemah dalam menghadapi dominasi ekonomi global dengan cara memperkuat ekonomi lokal dan global. Peningkatan ekonomi urban yang bertumpu pada hubungan regional yang kuat dengan wilayah di sekeliling kota harus di dasari pada prinsip keadilan dalam mendistribusikan nilai tambah yang dihasilkan dari kerjasama tersebut.

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara Republik Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta berlokasi di sebelah utara Pulau Jawa, di muara Ci Liwung, Teluk Jakarta. Jakarta yang terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ciliwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Barat dan di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten.

Bagi sebagian warga kota Jakarta pasti sudah familiar dengan bangunan gedung Museum Sejarah Jakarta atau lebih populer disebutMuseum Fatahilah. Gambar gedung museum ini sering menghiasi kartu pos, poster-poster serta halaman majalah. Meskipun sangat terkenal, belum semua warga Jakarta tertarik mengunjunginya. Padahal, museum ini adalah objek wisata yang wajib dikunjungi di kawasan Kota Tua.

Bangunan Museum Fatahilah selesai dibangun pada 1710 dan pernah menjadi kantor gubernur Hindia Belanda. Kompleks bangunan ini cukup luas, terdiri dari bangunan utama yang mempunyai tiga lantai serta dua bangunan sayap di bagian kiri dan kanan.

Kompleks ini juga memiliki ruang bawah tanah yang pernah digunakan sebagai penjara. Sampai sekarang ruangan penjara bawah tanah ini masih bisa dilihat, lengkap dengan rantai untuk mengikat kaki narapidana serta terali.Museum Fatahilah menyimpan lebih dari 23.000 barang koleksi yang terdiri dari koin kuno, keramik, mebel tua, lukisan, prasasti, serta artefak-artefak bersejarah lainnya.

Koleksi museum ini yang paling menarik antara lain pedang eksekusi, meriam si Jagur yang berasal dari Makau, serta patung Hermes yang dulunya menghiasi jembatan di depan gedung Harmoni.

Museum Fatahilah(Museum Sejarah Jakarta) Jl. Taman Fatahilah 2, Jakarta Barat dengan Jam buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIBTiket masuk: Rp 2.000 (umum), Rp500 (pelajar).

Related posts