Surya Semesta Targetkan Pendapatan Rp 3,2 Triliun di 2012

Neraca

Jakarta - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), perusahaan bergerak di bidang properti, konstruksi dan perhotelan ini menargetkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 3,2 triliun dan laba bersih konsolidasi Rp 550 miliar di tahun 2012.

Informasi tersebut disampaikan oleh Manajemen SSIA dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (28/2). Berdasarkan laporan keuangan anaudit, perseroan membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 2.876 miliar dan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 257 miliar di tahun buku 2011.

Saat ini laporan keuangan SSIA sedang diaudit dan laporan keuangan SSIA yang telah diaudit akan diterbitkan di bulan Maret 2012. Namun berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit tersebut pendapatan usaha konsolidasi SSIA tahun 2011 meningkat 70% dibandingkan pendapatan usaha konsolidasi tahun 2010 sebesar Rp 1.690 miliar.

Sedangkan, laba usaha konsolidasi SSIA tahun 2011 adalah sebesar Rp 466 miliar, meningkat 189% dibandingkan laba usaha konsolidasi tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp 161 miliar. Sementara laba bersih konsolidasi SSIA di tahun 2011 disebutkan meningkat secara signifikan, yaitu lebih dari dua kali lipat atau 122% dibandingkan laba bersih konsolidasi tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp 116 miliar, terutama didukung oleh melonjaknya penjualan lahan industri serta pertumbuhan jasa konstruksi.

Terbitkan Obligasi

Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar tahun ini. “Di bulan Juni 2012, kami berencana mengeluarkan Obligasi, yang diperkirakan sekitar Rp 500 miliar. Pada saat ini sedang dilakukan persiapan untuk pengeluaran Obligasi tersebut, " ujar Perseroan.

Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan dipergunakan perseroan untuk membiayai belanja modal (capex) perseroan di tahun 2012. Seperti diketahui, Belanja modal (capex) SSIA tahun 2012, diluar pembelian lahan industri baru, diperkirakan sebesar Rp 900 miliar.

Dimana 70% diantaranya akan digunakan untuk pengembangan fase 2 dan fase 3 serta commercial area di kawasan industri. Sedangkan sisanya, sebesar 25% digunakan untuk perhotelan yaitu budget business hotel dan penyelesaian renovasi GMJ; 5% terakhir digunakan untuk pembelian alat-alat berat di unit usaha jasa konstruksi. “Untuk pembiayaan belanja modal tersebut dan pembelian lahan industri baru, SSIA selain menggunakan dana internal, juga merencanakan untuk mengeluarkan obligasi di bulan Juni 2012,”jelas perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Punya Potensi Besar, Pemanfaatan Energi Surya Belum Maksimal

    NERACA   Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia Andhika Prastawa mengatakan pemanfaatan energi surya sebagai sumber…

Passpod Bidik Pendapatan Tumbuh 209,78%

NERACA Jakarta – Gencarnya ekspansi bisnis PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod dalam penetrasi pasar di Asia, menaruh…

DKFT Targetkan Untung Rp 46,45 Miliar

NERACA Jakarta – Seiring dengan rencana pembangunan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membidik laba bersih Rp46,45 miliar tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi Lahan - DMS Propertindo Bidik Dana IPO Rp 186,6 Miliar

NERACA Jakarta – Kondisi pasar properti yang diprediksi masih lesu tahun ini, tidak menyurutkan niatan PT DMS Propertindo Tbk (DMS)…

Pefindo Sematkan Peringkat AA Jasa Marga

Melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak,…

Berlina Alokasikan Capex Rp 120 Miliar

Bangun proyek tiga besar untuk menambah kapasitas produksi, PT Berlina Tbk (BRNA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 120 miliar. Tahun…