Eropa Masih Krisis Karena Lambat Ambil Putusan

Pertemuan Kelompok 20 Negara Ekonomi Utama (G20) mengindentifikasi beberapa penyebab dari belum berhasil keluarnya Uni Eropa dari krisis yang membelitnya. "Salah satunya, lambatnya pengambil keputusan di Eropa dalam menangani penyelesaikan krisis di beberapa negara Eropa pinggiran (pheripery) seperti Yunani," ujar Kepala Biro Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yudi Pramadi, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (27/2).

Selain itu, belum optimalnya konsolidasi fiskal dan reformasi struktural banyak negara Eropa yang menekankan pada penurunan defisit dan utang, serta belum memadainya dana penanganan krisis (European firewall) yang disediakan oleh Eropa untuk memberikan keamanan bagi para investor dan institusi keuangan untuk melakukan aktifitas ekonomi dan bisnis di kawasan Eropa.

"Untuk memperkuat kemampuan Eropa dalam menangani krisis dan menurunkan risiko keuangan kawasan, dari berbagai skenario kajian disimpulkan perlunya tambahan dana minimal US$ 1 triliun yang diharapkan separuhnya berasal dari kawasan Eropa dan sisanya dari IMF," tambahnya.

Terhadap permintaan Eropa, agar IMF memberikan dukungan pendanaan US$ 500 miliar, Indonesia dan sebagian besar negara-negara G20 berpendapat bahwa bantuan IMF belum dinilai mendesak untuk diberikan mengingat Eropa masih memiliki kemampuan untuk menyediakan dana penyelesaian krisis kawasan termasuk perlunya Eropa melakukan reformasi struktural yang agresif.

"Namun, Indonesia dan negara-negara G20 sepakat sumber keuangan IMF perlu ditingkatkan sebagai bagian dari dana penyelematan keuangan global (global financial safety net) untuk antisipasi dan penanganan krisis yang dialami para anggota IMF," ujarnya.

Pertemuan yang digelar 25-26 Februari 2012 di Mexico City, Meksiko ini merupakan pertemuan pertama dari serangkaian pertemuan sejenis yang direncanakan pada 2012 di bawah kepemimpinan Pemerintah Meksiko. Agenda pertemuan dirancang untuk menindaklanjuti arahan para kepala negara G-20 yang bertemu di Cannes, Perancis, 3-4 November 2011 lalu. [ardi]

BERITA TERKAIT

Anies Masih di Lingkaran Ahokers

Anies Masih di Lingkaran Ahokers NERACA Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan perlu lebih cermat, terutama dalam memilih pejabat-pejabat…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Ekonomi Global Melambat - Fund Rising di Pasar Modal Masih Rendah

NERACA Jakarta – Kendatipun minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar dan berbagai aksi korporasi berupa penerbitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…