Kontrak Baru Wika Capai Rp 2 Triliun di Februari 2012

Neraca

Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk kantongi kontrak baru yang sedang dikerjakan sebesar Rp2 triliun hingga pertengahan Februari 2012. Kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Natal A. Pardede, hingga minggu lalu kontrak baru yang telah diraih mencapai Rp2 triliun, “Proyek yang telah diperoleh perseroan antara lain stasiun pompa air, pengendalian banjir sistem karang mumus, irigasi kota bangun, KA double track Cirebon, Conveyor PT Aneka Tambang Tbk di Pomala, Sulawesi Tenggara dan PLTU Tanjung Batu,”katanya di Jakarta kemarin.

Pada tahun 2012, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp430 miliar dan pendapatan sebesar Rp12 triliun. Pendapatan terbesar masih akan didukung dari kegiatan infrastruktur pemerintah yang cukup besar seperti bandara, pelabuhan, jalan tol, dan pembangkit listrik.

Manajemen perseroan memperkirakan kontrak dari proyek pemerintah sekitar 49-50%, private sekitar 16%-17%, dan BUMN sekitar 30% pada 2012. Kemudian untuk kontrak baru 2012, perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp16,52 triliun pada 2012. Sementara carry over dari tahun 2011 senilai Rp15,57 triliun. Sehingga total kontrak yang ditangani WIKA seebsar Rp32,09 triliun pada 2012.

Sebelumnya, pesaingnya sesama BUMN pemerintah yaitu PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) meraih kontrak baru sebesar Rp 190 miliar sampai pertengahan Februari 2012. Pada tahun ini, PTPP menargetkan kontrak baru bisa mencapai sebesar Rp 17 triliun. “Kontrak kami sampai pertengahan Februari 2012 belum terlalu besar, baru sebesar Rp 190 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk Betty Ariana.

Dia menyebutkan, kontrak baru senilai total Rp 190 miliar tersebut terdiri dari beberapa kontrak, terutama pembangunan gedung. Adapun beberapa di antaranya adalah, pembangunan hotel di Makasar, Sulawesi Selatan senilai Rp 50 miliar, dan kantor di Surabaya, Jawa Timur senilai Rp 48 miliar.

Kontrak tersebut, lanjut Betty, terdiri dari kontrak baru yang diperoleh sepanjang Januari sebesar Rp 100 miliar. Sementara kontrak baru yang diperoleh pada bulan Februari baru sebesar Rp 90 miliar. “Awal tahun memang belum banyak pengumuman hasil tender proyek, sehingga kontrak kami masih kecil,”ungkapnya

Tahun ini total nilai kontrak yang dihadapi (order book) PT PP mencapai sebesar Rp 27,5 triliun. Sebesar Rp 11 triliun atau 40 persen dari order book tersebut merupakan kontrak lama yang dilanjutkan ke 2012 (carry over) sebesar Rp 11 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp 17 triliun, merupakan target kontrak baru PP tahun ini.

Sebelumnya, perseroan menargetkan kontrak baru di tahun ini meningkat sekira 39,6% dibanding perolehan kontrak baru tahun lalu, yang mencapai Rp12,1 triliun. Di samping itu, perseroan juga membidik proyek minyak dan gas (migas) serta melakukan investasi di bidang energi dan infrastruktur. (bani)

BERITA TERKAIT

New Honda Vario eSP Dapat Sentuhan Tampilan Baru

PT Astra Honda Motor (AHM) merilis tampilan anyar untuk skutik andalan mereka, New Honda Vario eSP, yang disemati pembaruan pada…

Infiniti Perkenalkan All New QX50 Dengan Mesin Baru

Infiniti memperkenalkan medium sport utility vehicle (SUV) kelas premium, All New QX50, yang menggunakan mesin bensin terbaru VC Turbo dengan…

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…