Pemisahan Rekening Nasabah Dinilai Belum Siap - Dampak Negatif Pada MKBD

Neraca

Jakarta-Kebijakan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) soal pemisahan rekening nasabah menuai masalah. Pasalnya, penerapan sistem pemisahan rekening dana nasabah belum sinkron dan imbasnya pada modal kerja bersih disesuaikan (MKBD).

Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja menilai, penerapan sistem pemisahan rekening dana nasabah (RDN) masih bermasalah karena tidak singkron, “Implementasi pemisahan rekening dana nasabah ke bank pembayar belum 100% lancar. Ini masalah teknis, meski demikian pelaporan MKBD saat ini sudah berjalan baik,”katanya di Jakarta, Senin (27/2).

Menurutnya, saat ini terjadi permasalahan sistem dalam mengimplementasikan pemisahan RDN, salah satunya bercampurnya dana nasabah disekuritas saat melakukan pemisahan rekening nasabah.

Kata Lily, sudah ada yang melapor dari anggota perusahaan efek soal pemisahan rekening belum benar dan dampak negatifnya pada MKBD yang tidak akan benar sehingga dapat membuat pelaporan MKBD bisa terlambat. “Pemisahan rekening nasabah dengan perusahaan efek mempengaruhi pada berkurangnya Modal Kerja Bersih Disesuaikan perusahaan efek itu,”ujarnya.

Dia menuturkan, kebijakan pemisahan rekening efek itu dapat mengubah MKBD masing-masing sekuritas jika tidak ada sinkronisasi antara bank pembayar, perusahaan efek dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Setelah rekening dipisahkan, dana nasabah tidak bisa digunakan untuk MKBD Sekuritas.

Lily menambahkan, dana yang belum dipisahkan di sekuritas wajib ditampung di KSEI selama belum ada RDN yang dibuka untuk nasabah hingga tenggat waktu yang jatuh deadline dan dana yang ditampung di KSEI itu seharusnya dikembalikan ke akun nasabah jika RDN belum berhasil dibuka di bank pembayar. "Namun, masih ada dana yang dikembalikan oleh bank pembayar ke sekuritas dikarenakan masih ada akun nasabah sudah tidak aktif atau sudah ditutup. Dana nasabah yang belum ditransfer ke masing-masing akun nasabah, dapat berimplikasi pada pengurangan MKBD karena dianggap sebagai pembeban," jelasnya.

Dia mengatakan, ribuan akun dana nasabah di pasar modal yang dipisahkan masih ada yang belum bernama sehingga ditampung di KSEI. Tercatat, jumlah akunnya cukup banyak, tetapi nilai masing-masingnya kecil sekitar Rp100-Rp200 ribu per akun.

Selain itu, Lily juga meminta adanya waktu sosialisasi atau uji coba atas implementasi pemisahan rekening dana nasabah. Hal ini dinilai penting agar operasional perusahaan efek tidak terhambat yang hingga kini masih terjadi. Pasalnya implementasi RDN sangat krusial dan melibatkan tiga pihak, broker, KSEI dan bank pembayar. "Pelaksanaan MKBD persiapan lumayan matang, ketimbang RDN. Bisa jadi menjadi tidak lancar (MKBD), karena imbas dari implementasi rekening dana, yang notabane tidak ada uji coba RDN," tandasnya

Regulator pasar modal mungkin menduga, implementasi pemisahan RDN yang tertuang dalam peraturan Bapepam-LK V.D.3 sangat ringkas, karena hanya melibatkan perusahaan efek dan bank pembayar. (yahya)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…