Pefindo Catatkan Penundaan Obligasi Rp 20 Triliun

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan kebijakan kenaikan suku bunga acuan bank Indonesia (BI) 7 Day Repo Rate yang telah mencapai 5.5%, menjadi alasan beberapa perusahaan menunda penerbitan surat utang atau obligasi. Hal inipun diakui direktur utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Salyadi Saputra.

Dirinya mengungkapkan, beberapa calon emiten obligasi telah menyatakan penundaan penerbitan efek bersifat utang pada tahun ini. Paling tidak, nilai total emisi oblgasi yang gagal masuk pasar pada semester II 2018 mencapai Rp20 triliun.”Sampai saat ini, kami telah menerima mandat pemeringkatan efek obligasi yang belum dicatatkan Rp 70 triliun tapi Rp20 triliun diantaranya telah menyatakan penundaan penerbitan tahun ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, kenaikan acuan suku bunga bank menjadi alasan penundaan penerbitan obligasi. Pasalnya, hal tersebut akan mendongkrak kupon yang harus ditawarkan kepada calon investor dan apalagi peringkat dari calon emiten itu bukan di kisaran A dan perusahaan yang baru pertama kali menerbitkan oblgiasi. Jadi, mereka calon emiten kaget.

Untuk diketahui, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 per 15 Agustus 2018 mencapai Rp72,94 triliun dari 41 perusahaan tercatat. Sedangkan nilai emisi yang akan dicatatkan senilai Rp13,76 triliun dari delapan emiten. Sebagai informasi, dalam sepekan ini terdapat tujuh surat utang yang akan jatuh tempo senilai Rp 10,125 triliun.

I Made Adi Saputra, Kepala Riset Fixed Income MNC Sekuritas menuturkan, surat utang yang akan jatuh tempo tersebut terdiri atas surat utang pemerintah dan surat utang korporasi. Dua surat utang jatuh tempo, Senin (20/8), yakni MTN I Varia Usaha Beton Seri A (VUBT01AXMF) senilai Rp30,0 miliar dan MTN I Varia Usaha Beton Seri B (VUBT01BXMF) senilai Rp35 miliar.

Surat utang yang akan jatuh tempo selanjutnya yakni Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03180823 (SPN03180823) senilai Rp2,2 triliun yang akan jatuh tempo pada hari Kamis (23/8). Sehari setelahnya, akan jatuh tempo Sukuk Mudharabah II HK Realtindo (HKRO03XXMS) senilai Rp120 miliar pada Jumat (24/8). Terakhir, pada Sabtu (25/8/2018) akan jatuh tempo tiga seri. Ketiganya yakni MTN Equity Finance Indonesia IV Tahun 2015/002 Seri A (EFIN02A2MF) senilai Rp39,0 miliar, Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap II Tahun 2015 Seri B (ADMF03BCN2) senilai Rp668,0 miliar, dan terbesar Obligasi Pemerintah Tahun 2002 Seri VR0028 (GBRB0028NvBV) senilai Rp7,03 triliun.

BERITA TERKAIT

Unilever Bagikan Dividen Rp 3,12 Triliun

NERACA Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2018 kepada para pemegang sahamnya…

Pembiayaan Adira Capai Rp 31,4 Triliun - Rayakan Hari Jadi Ke-28

NERACA Jakarta – Di hari jadinya ke-28 pada November tahun ini, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk ( Adira Finance)…

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT…

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…