Garuda Indonesia Targetkan Miliki 154 Pesawat di 2015

Revitalisasi armada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terus dilakukan dengan menambah armada baru. Tak ayal, pada tahun 2015 mendatang perseroan akan memiliki 154 pesawat sebagai bagian dari program bertajuk "Quantum Leap" "Melalui program `Quantum Leap`, Garuda Indonesia akan menambah armada dari yang saat ini sebanyak 89 pesawat menjadi 154 pesawat," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Emirsyah, kedatangan dua pesawat baru itu merupakan bagian dari program pengembangan dan revitalisasi armada yang dilaksanakan oleh Garuda Indonesia. Dengan demikian, lanjutnya, pesawat-pesawat baru itu akan mendukung peningkatan operasional Garuda Indonesia baik untuk rute domestik maupun internasional.

Kedua pesawat baru tersebut didatangkan langsung dari pabriknya masing-masing, yakni pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat, dan pabrik Airbus di Toulouse, Prancis. Dua pesawat itu merupakan dua pesawat pertama yang diterima Garuda pada tahun 2012.

Rencananya, Garuda pada 2012 akan menerima sebanyak 21 pesawat baru yang terdiri atas 4 Boeing 737-800NG, 2 Airbus A330-200, 5 pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen, serta 10 pesawat Airbus A320 untuk Citilink.

Sebelumnya, Garuda pada 15 Februari telah melaksanakan pengadaan 18 pesawat jenis CRJ 1000 NextGen dengan Bombardier Aerospace pada acara Singapore Airshow 2012. Dari 18 pesawat Bombardier seri CRJ1000 NextGen tersebut, lima diantaranya akan diterima Garuda mulai bulan Oktober hingga Desember 2012.

Selain itu, Garuda Indonesia juga memiliki opsi untuk mendatangkan hingga sebanyak 18 pesawat lagi. (bani)

BERITA TERKAIT

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)…

Catatan Positif Penegakan HAM di Indonesia

  Oleh : Muhammad Ridean, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Pelanggaran HAM merupakan permasalahan serius di Indonesia, beberapa kasus bahkan harus…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…