Konsultan: Properti Indikator Efektif Ukur Pertumbuhan Nasional

Konsultan: Properti Indikator Efektif Ukur Pertumbuhan Nasional

NERACA

Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa dari seluruh aspek perekonomian, maka sektor properti merupakan bidang yang paling efektif dalam mengukur tingkat pertumbuhan nasional.

"Pertumbuhan sektor properti paling efektif sebagai acuan dari pertumbuhan ekonomi nasional," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, Jumat (10/8).

Menurut dia, dibandingkan dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti pertambangan, maka kecocokan pertumbuhan nasional paling pas dengan pertumbuhan properti. Untuk itu, berbagai kebijakan pemerintah yang ada diharapkan dapat dilakukan untuk dapat menggairahkan pembangunan properti ke depannya.

Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta seluruh anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) membantu pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sesuai dengan perannya masing-masing, baik sebagai ekonom, akademisi, birokrat maupun profesional.

"Dengan empat macam profesi yang sebagian besar dilaksanakan ISEI ini, maka dapat membawa perubahan baik di kebijakan negara, kebijakan swasta dan tentu kemajuan bersama. Kombinasi itu tentu akan membawa ISEI ini punya andil besar bagi perekonomian kita semuanya," kata Wapres Jusuf Kalla saat memberikan pidato kunci dalam Kongres ISEI ke-20 di Bandung, Rabu (8/8) malam.

Wapres mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang secara keseluruhan mencapai 5,17 persen, masih berada di posisi tengah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro masih optimistis dan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2-5,3 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan target dalam APBN 2018 5,4 persen."Yang paling memungkinkan tahun ini kita tumbuh 5,2-5,3 persen," ujar Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (7/8).

Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2018 yang mencapai 5,27 persen, dapat dijadikan momentum untuk tumbuh lebih tinggi di sisa kuartal tahun ini.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen realistis untuk dicapai pada akhir 2018.

Dalam konferensi pers di kantor Indef, Jakarta, Rabu (8/8), Eko menilai perlu upaya ekstra dari pemerintah untuk dapat mencapai angka pertumbuhan 5,2 persen tersebut di akhir tahun, terutama dengan menstimulasi sektor produksi."Triwulan IV-2018 nanti memang butuh ada sedikit upaya untuk bisa mendongkrak industri bisa ke 4 persen lebih, syukur bisa 4,5 persen. Itu akan terjawab, bahwa target pertumbuhan paling tidak 5,2 persen itu masih cukup realistis," kata dia.

Laju pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha untuk komponen industri pengolahan pada triwulan II-2018 tercatat 3,97 persen (year-on-year/yoy), atau lebih rendah dibandingkan 4,56 persen (yoy) pada triwulan I-2018. Sementara laju pertumbuhan industri non-migas juga menunjukkan tren perlambatan. Selama tiga tahun terakhir, hanya pada triwulan III-2017 sektor tersebut tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi.

Eko juga mengatakan bahwa apabila industri yang berorientasi ekspor tidak didorong maka akan sangat sulit untuk bisa mencapai target batas atas pertumbuhan 5,4 persen seperti di APBN 2018."Walaupun secara hitungan matematis mungkin, tetapi tantangannya di triwulan III-2018 dan triwulan IV-2018 itu juga lebih berat," ujar dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 tumbuh 5,27 persen secara tahunan (yoy). Menurut APBN 2018, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam rentang 5,18 persen-5,4 persen. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Ide Cemerlang Jokowi Lewat Proyek Strategis Nasional

  Oleh: Syahrul Gunawan, Mahasiswa FE Universitas Negeri  Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sebentar lagi genap memasuki tahun ke lima.…

Dana Desa Disebut Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Ekonom Ilya Avianti mengatakan bila pengelolaan dana desa mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban…

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan NERACA Jakarta - Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat aplikasi dan platform digital untuk…

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa karakteristik pasar perumahan untuk ekspatriat…

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan   NERACA Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya), Afifuddin Suhaeli…