Laris Manis Alat Berat Terjual, UNTR Kantongi Laba Rp 5,9 Triliun

Neraca

Jakarta – Keberhasilan penjualan alat berat melebih target, membawa dampak positif terhadap kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR). Pasalnya, perseroan membukukan laba bersih meningkat 25,25% pada 2011 menjadi Rp5,90 triliun dari Rp3,87 triliun pada tahun sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K Loebis mengatakan, peningkatan laba itu didorong dari pendapatan bersih sebesar Rp55,05 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 47,5% dibandingkan pendapatan bersih tahun 2010, “Kenaikan itu disebabkan oleh peningkatan volume penjualan alat berat dari unit usaha mesin konstruksi (Construction Machinery), peningkatan produksi batu bara dan volume pemindahan tanah (overburden removal) dari unit usaha Kontraktor Penambangan (Mining Contracting), serta peningkatan volume penjualan batu bara dari unit usaha Pertambangan," katanya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kondisi perekonomian yang kondusif dan harga komoditas yang relatif stabil telah mendorong permintaan alat berat terus berlanjut. Dalam laporan keuangannya, perseroan menjelaskan unit usaha mesin konstruksi memberikan kontribusi sebesar 49,4% terhadap total pendapatan bersih.

Sementara itu unit usaha kontraktor penambangan memberikan kontribusi sebesar 40,7% dan sisanya sebesar 9,9% disumbangkan oleh unit usaha pertambangan. "Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, laba kotor perseroan juga meningkat sebesar 50% dari Rp6,80 triliun menjadi Rp10,19 triliun yang merupakan peningkatan kontribusi laba kotor dari masing-masing unit usaha,"ujarnya.

Demikian juga dengan laba usaha perseroan mengalami peningkatan dari Rp5,16 triliun menjadi Rp7,62 triliun. Asal tahu saja, UNTR mencatatkan penjualan alat berat sebesar 8.467 unit di sepanjang 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya yang hanya 5.404 unit. Angka tersebut sejalan dengan target yang ditetapkan perusahaan sebesar 8.400 unit di 2011, dengan dominasi penjualan alat berat pertambangan.

Hingga saat ini, unit bisnis penjualan alat berat masih menjadi kontributor utama pendapatan UNTR dan ditahun 2012, perseroan menargetkan penjualan alat berat bisa tumbuh 10%-15%. Hal ini didukung penjualan alat berat di sektor pertambangan.

Kata Sara Lubis, penjualan alat berat tersebut masih akan didominasi untuk penjualan ke sektor pertambangan. Pihaknya akan mereview setiap kuartal untuk penjualan alat berat tersebut tergantung kondisi pasar. "Jika pasar tumbuh lebih tinggi, kita akan menyesuaikan target, dan sektor tambang masih menjadi driver utama," tutur Sara.

Selain itu, percepatan proyek infrastruktur pada 2012 juga diharapkan dapat menggenjot penjualan alat berat pada 2012. Perseroan mencatatkan laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham induk sebesar Rp4,38 triliun hingga September 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp2,97 triliun. Pendapatan perseroan sebesar Rp39,75 triliun hingga September 2011 dari periode sama sebelumnya Rp27,81 triliun.

Selain itu, kewajiban sebesar Rp17,55 triliun hingga September 2011 dari Desember 2010 sebesar Rp13,53 triliun. Kas perseroan sebesar Rp7,20 triliun hingga September 2011 dibandingkan Desember 2010 sebesar Rp1,34 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasar Kedirgantaraan Global Capai US$8,7 Triliun

NERACA Jakarta – Produsen pesawat terbang dari Amerika Serikat, Boeing memproyeksikan pasar kedirgantaraan dan pertahanan global dapat mencapai sebesar 8,7…

Dana Riset Diusulkan Rp150 Triliun Pertahun

      NERACA   Jakarta - Ketua Lembaga Bantuan Teknologi (LBT) Prasetyo Sunaryo mengusulkan dana riset dan pengembangan Rp150…

Raup Dana Segar Rp 11,23 Triliun - Lippo Karawaci Bakal Bangun Mall Terbesar

NERACA Jakarta – Sukses menggelar aksi korporasi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan dana yang masuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi Lahan - DMS Propertindo Bidik Dana IPO Rp 186,6 Miliar

NERACA Jakarta – Kondisi pasar properti yang diprediksi masih lesu tahun ini, tidak menyurutkan niatan PT DMS Propertindo Tbk (DMS)…

Pefindo Sematkan Peringkat AA Jasa Marga

Melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak,…

Berlina Alokasikan Capex Rp 120 Miliar

Bangun proyek tiga besar untuk menambah kapasitas produksi, PT Berlina Tbk (BRNA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 120 miliar. Tahun…