Banggar DPRD Sukabumi : Pemkot Masih Lemah Dongkrak PAD

Banggar DPRD Sukabumi : Pemkot Masih Lemah Dongkrak PAD

NERACA

Sukabumi - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih lemah dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD)."Kami minta agar sektor pajak dan retribusi bisa dimanfaatkan," ujar anggota Badan Anggaran DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari usai rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Jumat kemarin (10/8).

Padahal kata Rojab, potensi pajak dan restribusi di Kota Sukabumi masih banyak yang bisa digenjot. Bahkan aku Rojab, DPRD pernah mengajukan raperda inisiatif untuk mendongkrak PAD."Kami perkirakan, potensi pajak dan retribusi bisa mencapai kisaran Rp60 miliar. Sekarang baru sekitar Rp44 miliar," jelas Rojab.

Saat ini besaran PAD Kota Sukabumi tak beranjak di kisaran Rp375 miliar. Sebagian besarnya atau sekitar Rp300 lebih miliar, dikontribusi dari RSUD R Syamsudin SH. Jadi, Pemkot Sukabumi hanya mampu menghasilkan pajak dan retribusi sekitar Rp44 miliar."Jadi kalau dipersentase masih relatif kecil," ujarnya.

KUA-PPAS merupakan gambaran skema APBD tahun depan. Gambaran besaran APBD Kota Sukabumi 2019 ditaksir sekitar Rp1,3 triliun. Ada peningkatan namun tak signifikan dibanding APBD 2018 sebesar Rp1,2 miliar."Tanpa skema pembiayaan dari bantuan provinsi maupun dari pusat, struktur APBD 2019 Kota Sukabumi sekitar Rp1,3 triliun,” ujar dia.

Untuk itu Badan Anggaran DPRD meminta agar jajaran tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) bisa melibatkan tim akademisi. Artinya, kata Rojab, tim tersebut bisa mengkaji potensi PAD yang riil."Kalau dilihat masih banyak potensinya. Ya seperti dari menara telekomunikasi, tera, dan lainnya. Sejauh ini pendapatan dari BPHTB, pajak hotel, dan lainnya sudah cukup bagus. Hanya perlu peningkatan. Apalagi pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi sudah lumayan bagus," tandasnya.

Selain itu Badan Anggaran DPRD juga masih mempertimbangkan rencana perluasan Tempat Pembungan Sampah Akhir (TPSA) Cikundul. Apalagi, pengadaan lahannya terkait dengan penganggaran.“Belum bisa dipastikan disetujui atau tidak," terangnya.

Sebagian anggota badan anggaran menginginkan adanya pengkajian terlebih dahulu sebelum usulan tersebut dimasukkan dalam KUA-PPAS, sebelum dibahas dalam Raperda APBD Kota Sukabumi 2019. Apalagi, dana yang dibutuhkan cukup besar.“Dananya Sebesar Rp32 miliar. Tapi, beberapa teman mempertanyakan kajiannya seperti apa. Sebab untuk perluasan TPSA itu harus ada kajian tentang anggaran dan teknisnya, minimal harus ada sosialisasi dengan masyarakat,” katanya.

Sebagai solusi, dewan meminta dilakukannya pemanfaatan dan pemilahan sampah oleh masyarakat untuk mengurangi volume sampah di TPSA. Selain itu, meminta bantuan dana ke Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan TPSA regional atau TPSA bersama.“Tinggal datang ke provinsi. TPSA regional dikelola oleh Kota dan Kabupaten Sukabumi, biayanya akan lebih murah. beberapa daerah di Jawa Barat sudah melakukan ini,” jelasnya.

Menurut Rojab, KUA-PPAS tahun 2019 mencapai Rp1,3 triliun. Anggaran itu belum termasuk bantuan Provinsi Jawa Barat sehingga diperkirakan lebih dari angka tersebut.“Ada peningkatan dibanding APBD tahun 2017 sebesar Rp1,2 lebih,” pungkasnya. Arya

BERITA TERKAIT

DPRD Jabar Inisiasi Pembentukan Raperda Pusat Pasar Distribusi

DPRD Jabar Inisiasi Pembentukan Raperda Pusat Pasar Distribusi NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar)…

Meskipun Kecil, Kota Sukabumi Menjadi Primadona Investasi

Meskipun Kecil, Kota Sukabumi Menjadi Primadona Investasi   NERACA Sukabumi - Kota Sukabumi mempunyai peluang besar dalam dunia investasi. Hal itu…

Lepas Bisnis Pembayaran - Telkom Masih Miliki 33% Porsi Saham Jalin

NERACA Jakarta –Dukung pemerintah dalam pembentukan holding BUMN sektor finansial, dimana Danareksa bakal ditunjuk sebagai holdingnya, menjadi alasan  PT Telekomunikasi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Amarta: Kebijakan Anies Jangan Dikaitkan Pilpres 2024

Amarta: Kebijakan Anies Jangan Dikaitkan Pilpres 2024 NERACA Jakarta - Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga menilai, terlalu dini…

8000 Orang Bebersih Ciliwung Sepanjang 69,3 km Pecahkan Rekor Muri

8000 Orang Bebersih Ciliwung Sepanjang 69,3 km Pecahkan Rekor Muri NERACA Cibinong - Sebuah gerakan bersama yang melibatkan lebih 8000…

Pawai Budaya Peringatan 379 Tahun Kota Amlapura

Pawai Budaya Peringatan 379 Tahun Kota Amlapura NERACA Karangasem - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan meresmikan gelaran…