BCA dan Bank Sulselbar Suntik Dana Rp1,5 Triliun - Proyek Tol Layang Makassar

NERACA

Makassar - Bank BCA bersama Bank Sulselbar menyuntikkan dana segar senilai Rp1,54 triliun lebih dalam bentuk kredit sindikasi kepada PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) selaku pemengang proyek jalan Tol Layang Makassar, Sulawesi Selatan. "Kami percaya bahwa kerja sama ini akan semakin memperkuat struktur pendanaan pembangunan jalan Tol Layang di jalan Andi Pangeran Pettarani, sebagai jalan tol layang pertama di Kota Makassar," sebut Direktur Utama PT BMN Anwar Toha, seperti dikutip Antara, kemarin.

Pemberian fasilitas kredit sindikasi sejumlah Rp1,5 triliun ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek jalan tol layang tersebut. Dalam penyerahan itu lakukan penandatanganan kredit sindikasi yang dilakukan oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar).

Penandatanganan perjanjian tersebut oleh Anwar Toha selaku, Direktur BMN bersama Executive Vice President Group Corporate Finance BCA, Susiana Santoso, dan Vice President Group Corporate Banking BCA, Yayi Mustika Pudyanti dan Direktur Utama Bank Sulselbar Rahmat, di Four Points Hotel, Makassar.

Kredit sindikasi tersebut terdiri atas pembiayaan konvensional yang diberikan oleh BCA dan Bank Sulselbar. Dari total plafon sebesar Rp1,54 triliun, BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp1,31 triliun dan Bank Sulselbar sebesar Rp230 Miliar. Dalam perjanjian kerjasama ini, BCA juga bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB), Agen Fasilitas, Agen Jaminan, dan Agen Penampungan. Perjanjian fasilitas kredit sindikasi itu berjangka waktu 12 tahun.

Anwar mengatakan, langkah ini sekaligus merupakan representasi dari komitmennya, untuk turut serta dalam memberikan solusi mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar. “Sekaligus menjadi bukti konkrit perusahaan, dalam menerapkan skema pembiayaan Proyek Infrastruktur Non APBN atau Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah atau PINA," tambahnya.

Executive Vice President Group Corporate Finance BCA Susiana Santoso pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya melihat keberadaan jalan Tol Layang ini nantinya memberikan kontribusi besar terhadap mobilitas warga Makassar terutama pengguna jalan dikawasan itu. Bank BCA berharap dengan adanya jalan tol layang pertama di Makassar ini dapat memberikan solusi dan pengendali kepadatan arus kendaran yang ada di Makassar. Tak hanya itu, pihaknya berharap ke depan jalan tol layang ini dapat menjadi salah satu ikon baru kota Makassar. "Kami berharap langkah ini dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, sekaligus turut mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang digagas oleh Pemerintahan," ujar Susiana.

Sedangkan disisi lain, per semester I-2018, tercatat BCA telah mengucurkan kredit infrastruktur sebesar Rp24,7 triliun yang mayoritas disalurkan ke sektor kelistrikan dan pembangunan jalan. Lebih lanjut kata dia, BCA akan terus mendukung berbagai proyek infrastruktur seiring dengan upaya pemerintah menyediakan jaringan konektivitas di seluruh wilayah di tanah air. "BCA memproyeksikan penyaluran kredit infrastruktur ikut meningkat sebesar 31 persen di tahun 2018," tambah Susiana.

Sementara Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat menjelaskan ikut bergabungnya dalam sindikasi pembiayaan jalan tol layang tersebut, pihaknya bangga bisa memberi kontribusi untuk Sulsel. "Sebagai bank pembangunan daerah, kita berharap pembiayaan ini bisa terus menguatkan peran kita dalam pembangunan berbagai infrastruktur di Sulsel dan Sulbar,” terang Andi Muhammad Rahmat.

Selain itu, Bank Sulselbar selalu memberi perhatian besar terhadap berbagai proyek infrastruktur di daerah. Karena sebelumnya, pembiayaan dengan skema sindikasi sudah dilakukan Bank Sulselbar di proyek lain. Di antaranya, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan menggunakan pembiayaan syariah, serta Proyek Makassar New Port (MNP).

"Bank Sulselbar akan terus mendukung upaya-upaya pemerintah, khususnya daerah dalam pembangunan infrastruktur, dan memberi dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi," paparnya. Pembangunan jalan Tol Layang tersebut dimulai akhir April 2018. Hingga kini, progres pembangunan memasuki tahap pengerjaan pemasangan pagar proyek (area widening), pembangunan direksi Keet, pembongkaran dan pembersihan separator.

BERITA TERKAIT

Dana Kelola Reksadana Naik Rp 4,35 Triliun

Perusahaan jasa penyedia informasi dan riset, PT Infovesta Utama dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mencatat dana kelolaan reksa dana…

Merdeka Copper Raup Dana Rp 600 Miliar - Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta –Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menerbitkan saham baru dengan penawaran umum terbatas (PUT) I melalui…

Target Replenting Kebun Sawit Rakyat Sulit Tercapai - Dana BPDPKS Belum Cair

Pemerintah menargetkan 185.000 perkebunan sawit rakyat yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, sudah teremajakan (replenting) pada tahun 2018. Namun target…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diminta untuk Tak Naikkan Suku Bunga

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dinilai untuk tidak perlu menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan Rabu…

Modalku Salurkan Penjaman Rp2 Triliun ke 7.000 UMKM

    NERACA   Jakarta - Perusahaan teknologi finansial, Modalku menyalurkan pinjaman modal usaha sekitar Rp2 triliun kepada lebih dari…

BNI Klaim Jadi Pionir Penyaluran KUR Petani Garam

    NERACA   Jakarta - BNI menjadi pionir dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani garam sejalan dengan…