Mandiri Bidik Rp 3,5 Triliun Dari Proyek KSEI

Jumat, 04/03/2011

NERACA

Jakarta – Besarnya kapitalisasi pasar modal menjadi pasar yang menjanjikan bagi industri perbankan untuk meraih pendapatan lebih besar lagi dan terlebih bagi perbankan yang ditunjuk menjadi bank pembayar untuk membuka rekening nasabah pasar modal sesuai dengan aturan baru Bapepam LK tentang pemisahan rekening dana nasabah dan perusahaan efek.

Direktur Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management Bank Mandiri, Thomas Arifin mengatakan, ditunjuknya Mandiri sebagai bank pembayar oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan mendongkrak jumlah nasabah dan termasuk peningkatan transaksi. “Saat ini Mandiri telah bekerjasama dengan 70 anggota bursa, maka dengan ditunjuk oleh KSEI sebagai bank pembayar akan meningkatkan jumlah nasabah ritel dan termasuk transaksi,” katanya di Jakarta, Kamis (3/3).

Berdasarkan catatan BEI tahun 2010, transaksi di pasar modal mencapai Rp 1000 triliun. Dimana transaksi per harinya sebesar Rp 5 triliun dan bank Mandiri akan merebut pasar dari transaksi perharinya sebesar Rp 3,5 triliun.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, bank Mandiri siap melayani pembukaan rekening investor di 11 kota di Indonesia untuk mendukung implementasi pemisahan rekening dana investor pasar modal Indonesia. Kota-kota tersebut diantaranya Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, Manado, Malang, Palembang, Bandung, Yogyakarta, semarang dan Denpasar.

Meskipun Mandiri mengklaim sudah melakukan uji coba 100% pemisahan rekening investor dengan perusahaan efek, namun perseroan belum mau menyebutkan jumlah nasabah yang telah membuka account (rekening baru). Hanya saja, Thomas menegaskan, minat masyarakat untuk bertransaksi di pasar modal akan semakin tinggi seiring peningkatan transparansi industri pasar modal dan kredibilitas perusahaan efek terkait pemisahan rekening nasabah dan perusahaan efek, sehingga pasar modal Indonesia akan semakin berkembang.

Kemudian, Bank Mandiri juga menyediakan layanan perbankanHost to hostbagi perusahaan efek untuk memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut dalam melakukan transaksi keuangan dengan menghubungkan sistem perusahaan efek ke sistem Bank Mandiri secara online. “Bagi investor yang sudah memiliki rekening Mandiri bisa memanfaatkan fasilitas host to host, bila mana perusahaan efek belum membuka rekening kepada Mandiri,” tandasnya.

Kata Thomas, Mandiri sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia menyatakan siap siap mendukung implementasi pemisahan rekening dana nasabah dan perusahaan efek untuk meningkatkan transparansi industri pasar modal Indonesia dan kredibilitas perusahaan efek.

Sebelumnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai salah satuSelf Regulatory Organizationdi pasar modal Indonesia telah menandatangani kesepakatan bersama 4 (empat) Bank Pembayaran untuk mewujudkan implementasi pemisahan rekening dana investor pasar modal Indonesia.

Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo mengatakan, penerapan pemisahan rekening dana nasabah akan memberikan kontrol pengawasan yang lebih besar bagi investor pasar modal. Pasalnya, pembukaan rekening dana atas nama investor yang terpisah dari rekening dana perusahaan efek dapat memberikan kepastian bagi investor bahwa dana miliknya tidak tercampur dengan dana milik nasabah lain atau perusahaan efek. “Selain untuk transparansi, pemisahaan rekening efek juga dimaksudkan agat tidak lagi terjadi krimanilitas pasar modal dengan membawa kabar dana nasabah,”paparnya.

Dalam acara kesepakatan tersebut, KSEI menunjuk 4 bank sebagai bank pembayaran. Ke empat bank tersebut, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Permata Tbk.

Dijelaskan Ananta, ditunjuknya ke empat bank tersebut sebagai payment bank (bank pembayaran) oleh KSEI didasarkan bank tersebut memenuhi syarat yang dibutuhkan. Salah satunya memiliki fasilitas intrader, infrastruktur dan sistem teknologi yang sudah mapan. “Kriteria yang sudah kita tentukan tidak bisa diganggu gugat dan tiap tahunnya kita akan undang bank lain untuk ikut biding, bila kontrak ke empat bank tersebut telah habis,”tegasnya.

Sementara realisasi dukungan bank Mandiri juga diwujudkan dengan penyediaan produk Tabungan Bisnis Investor Dengan tabungan ini, investor dapat melakukan penyetoran atau transfer dana melalui 1.296 cabang, 5.511 ATM, dan 14.822 ATM Link Network serta memonitor mutasi rekening dananya secara real time melalui e-channel Bank Mandiri maupun fasilitas AKSes yang disediakan KSEI.

Bank Mandiri, sebagai bank pembayaran pertama, saat ini menjadi bank pembayaran bagi 70 anggota bursa atau 59% dari total anggota bursa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.