Perusahan Sekuritas BUMN Disetujui Obral Saham Garuda

Neraca

Jakarta – Pemerintah akhirnya menyetujui langkah tiga perusahaan sekuritas BUMN untuk melepas saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tidak diserap pelaku pasar pada penawaran umum saham perdana pada tahun lalu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, langkah yang dilakukan tiga perusahaan sekuritas BUMN melepas saham Garuda di persilahkan, “Saya sudah setuju program dan langkah-langkah yang dilakukan oleh ketiga perusahaan sekuritas itu, apakah itu penggabungan ke salah satu bank, dan ada yang dilepas meski harganya tak ideal,”katanya di Jakarta, Kamis (23/2).

Menurut Dahlan, opsi-opsi yang disampaikan memang ada penggabungan ke bank besar dan menjual harga saham PT Garuda Indonesia Tbk ke investor meski harganya tak ideal. Pihaknya pun akan menyetujui langkah-langkah yang diambil perusahaan sekuritas tersebut.

Seperti diketahui, penjamin emisi penawaran umum saham PT Garuda Indonesia Tbk menyerap sisa saham yang tidak terserap investor sebanyak 3.008.406.725 lembar pada penawaran umum saham perdana GIAA Februari 2011. Ketiga penjamin emisi tersebut PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Harga saham perdana PT Garuda Indonesia Tbk yang ditawarkan sebesar Rp750 per saham.

Asal tahu saja, kabar underwriter ramai-ramai bakal menjual saham Garuda juga terungkap dalam hasil riset Samuel Sekuritas. Dimana ketiga sekuritas milik pemerintah diantaranya, PT Bahana Securities, PT Danareksa Securities dan PT Mandiri Sekuritas akan menjual sisa saham Garuda yang tidak terserap.

Danareksa akan menjual saham GIAA miliknya kepada investor asing yang telah terbiasa berinvestasi ke sektor penerbangan. Harga yang diincar Danareksa seperti saat IPO yaitu Rp750 per saham. Sedangkan Bahana dan Mandiri Sekuritas masih belum menghitung harga yang akan dilepas ke pasar.

Sebelumnya, penjamin pelaksana emisi saham PT Garuda Indonesia harus menyerap saham Garuda senilai Rp2,25 triliun. Saham yang diambil oleh penjamin emisi efek mencapai 3,008 miliar saham atau sekitar 47,5% dari saham yang ditawarkan. PT Garuda Indonesia menawarkan 6,33 miliar saham dengan harga Rp750 per saham. Sedangkan publik hanya memesan 3,327 miliar saham. Saham Garuda yang diserap penjamin emisi efek pun mempengaruhi modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) penjamin emisi. Hal ini dikarenakan saham Garuda terus menurun.

Dampak buruk tidak terserapnya saham Garuda di pasar perdana membuat underwriter mengalami kerugian paling telak dan kabarnya bisnis usaha tersebut nyaris collapse karena harus menyerap sisa saham senilai Rp 2,5 triliun dari target Rp 4 trilun hanya terserap Rp 1,5 triliun.

Berdasarkan salah satu sumber underwriter, kabar tersebut dibenarkan dan diakui perseroan mengalami kerugian sangat besar. Namun dipastikan tidak memberikan dampak pada gulung tikar perseroan akibat dana yang terkuras abis. Menurut sumber, kerugian besar yang dialami penjamin emisi disebabkan harga jual Garuda diluar atas rekomendasi penjamin emisi. Dimana harga tersebut ditawarkan karena adanya tekanan politik dan bukan mekanisme pasar, kemudian emiten penerbangan memiliki pesaing besar dan terlebih kondisi pasar yang tidak baik juga mempengaruhi anjloknya harga saham Garuda. (bani)

BERITA TERKAIT

Dirut Jasa Marga Tambah Porsi Saham JSMR

Tingkatkan nilai investasi, Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Tbk (JSMR), Desi Arryani menambah kepemilikan saham di Jasa Marga dengan…

Buyback Saham, NISP Siapkan Rp 800 Juta

NERACA Jakarta – Dalam rangka menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT OCBC NISP Tbk (NISP) berniat melakukan pembelian kembali…

Harvest Time Targetkan Listing April 2018 - Lepas 1,86 Miliar Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Memanfaatkan melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG), dinilai waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…