Tunggu Perombakan Direksi, Humpuss Tunda Restrukturisasi Utang

Neraca

Jakarta - PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) belum menyetujui restrukturisasi utang perusahaan. "Hasil rapat pemegang saham luar bisa belum menyetujui perusahaan untuk merestrukturisasi utang perusahaan lantaran adanya perombakan jajaran direksi," kata Direktur Humpuss Intermoda Transportasi, Permadi Soekasah di Jakarta, Kamis.

Dia menuturkan, pemegang saham memberi kesempatan kepada jajaran direksi baru untuk mempelajari struktur keuangan perusahaan, setelah itu baru diagendakan untuk melakukan strukturisasi utang perusahaan dengan pemegang saham.

Selama ini kinerja keuangan perusahaan masih merugi dan diharapkan dengan rencana restrukturisasi utang ke depannya perusahaan dapat memperbaiki kinerja keuangannya. "Beberapa tahun ini kita masih merugi, kita fokus urusin internal dahulu baru urusan di luar,”ujar Permadi.

Dalam RUPSLB itu, pemegang saham menyepakati untuk melakukan perombakan jajaran direksi dan dewan komisaris. Dewan komisaris saat ini dijabat oleh Sumardjono selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, dan Mansur Ahmad sebagai Komisaris hingga 2013 mendatang.

Selanjutnya di jajaran direksi, selaku Direktur Utama Theo Lekatompessy, dan Direktur dijabat oleh Budi Haryono dan Permadi Soekasah. Sementara terkait dengan kasus hukum arbitrase, dikatakannya, hal itu masih dalam proses. Pihaknya masih melakukan upaya penyelesaian salah satunya dengan Hanjin Overseas Bulk Limited terkait bareboat kapal dry bulk.

Permadi juga mengatakan, Humpuss saat ini telah meraih kontrak dengan PT Nusantara Regas melalui anak usahanya yakni, PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Selain itu, perseroan juga berencana untuk menambah empat kapal. Penambahan kapal itu dilakukan sejalan dengan kegiatan usaha perusahaan di bidang pelayaran.

Dia mengungkapkan, penambahan empat kapal itu akan melengkapi kepemilikan kapal milik perusahaan yang sampai saat ini tercatat sebanyak 18 set. "Pada semester tiga dua kapal diperkirakan selesai dibangun, dan dua kapal lagi pada kuartal empat, jadi pada tahun ini perusahaan mempunyai 22 kapal," ungkapnya.

Tambah Kapal Baru

Selain itu, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) akan membeli 2 kapal baru atau 1 set kapal tug barge senilai Rp 30 miliar. Sampai dengan saat ini, jumlah armada kapal tongkang pengangkut batu bara milik Humpuss sebanyak 18 set kapal dan nantinya diharapkan bisa bertambah menjadi 20 set kapal.

Kata Direktur Utama PT Humpuss Transportasi Curah, Budi Haryono, kapal tersebut dibeli dari Palembang dan melakukan trafik dari Kalimantan ke Jawa yang nantinya akan disewakan ke Pertamina dari operasi kapal-kapal tersebut, kontribusi terbanyak berasal dari LNG, setelah itu berasal dari batu bara. "Untuk kapal chemical-tanker, saat ini berjumlah 9, dan sudah termasuk LNG. Kapal tug barge yang 3 sudah deliver tahun ini akan bertambah 2 lagi. Kita harapkan yang 2 kapal bisa selesai di kuartal 3, nanti yang 2 lagi di kuartal 4,", papar Budi.

Terkait dengan daya muat, kapal tug burge ini memiliki daya muat 8000 ton per sekali muat untuk jenis atau yang panjangnya 300 feet dan 5500 ton untuk yang panjangnya 270 feet. "Dari 18 unit/set tug barge, 9 set 300 feet, 9 set 270 feet = 250 feet jumbo," tambahnya.

Mengenai kontrak, semua sudah diselesaikan dengan masa kontrak 1-2 tahun. Jika ada kontrak baru, tetap punya kapal untuk disiapkan. Kemudian kebutuhan kapal angkut batu bara didorong produksi batu bara yang naik dan mulai beroperasinya PLTU milik PLN yang termasuk 10 ribu megawatt sehingga kebutuhan akan kapal terus meningkat asaz cabotage membantu perusahaan-perusahaan kapal di trafik/pelayaran domestik. “Cuma untuk panamax yang ke luar negeri, sedang diusulkan oleh INSA/ asosiasi pelayaran Indonesia agar tidak dikenakan pajak agar bisa kompetitif dengan kapal asing," paparnya. (yahya)

BERITA TERKAIT

Rupiah Belum Stabil, Utang Luar Negeri Naik 4,8%

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan utang luar negeri Indonesia mencapai US$358 miliar atau setara Rp5.191 triliun (kurs…

Pemerintah Serap Rp16,21 Triliun dari Lelang Surat Utang

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp16,21 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk…

Perfomance Kinerja Express Trasindo Makin Seret - Restrukturisasi Obligasi Ditolak

NERACA Jakarta – Tingkat kepercayaan investor terhadap performance PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) sepertinya mulai kendor, setelah beberapa kali…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…