Surat Izin Mendaki yang Sering Dilupakan Pendaki

Sekitar 689 pendaki masih terjebak di Gunung Rinjani pasca gempa 6,4 SR mengguncang Lombok, NTB, pada Minggu (29/7). Saat ini mereka disebut dalam kondisi baik tanpa kekurangan logistik. "Masih ada wisatawan terjebak di dua titik Rinjani. Yang pertama, di KM 10 Jalur Sembalun sebanyak 500 orang, yang terdiri dari 135 WNA dan 365 WNI. 40 orang lainnya terjebak di kawasan Batu Ceper," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (30/7) di Kantor BNPB, Jakarta Timur dikutip dari CNN Indonesia.com

Soal jumlah total pendaki, BNPB mencatat setidaknya ada 829 orang yang mendaki Rinjani pada 27-28 Juli. Sebanyak 637 orang di antaranya adalah WNA, dan 192 lainnya adalah WNI. Sutopo mencatat bahwa angka-angka di atas masih bersifat perkiraan dari data permintaan izin pendaki di pintu-pintu masuk pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani.

Keberadaan jalur pendakian yang tak resmi dan pelaporan yang tidak ketat membuat pihaknya kesulitan mendapat angka pasti dari jumlah pendaki yang harus diselamatkan di Rinjani. Mendaki gunung bukan hanya perkara kuat. Pendaftaran juga sangat penting dilakukan demi memudahkan usaha penyelamatan jika terjadi bencana alam.

Tak hanya Rinjani, sejumlah gunung favorit pendaki di Indonesia, seperti Pangrango, Bromo, Ciremai, Merbabu, Leuser, Semeru, dan gunung lain yang masuk dalam kawasan taman nasional juga memberlakukan pendaftaran yang disebut SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Informasi SIMAKSI ke Rinjani bisa diketahui secara lengkap melalui situs resminya (https://www.tnrinjani.net/tentangtngr-18-prosedurpendakian.html). Tak ada kuota pendaki ke sana, karena jumlahnya belum seramai ke Bromo.

SIMAKSI berlaku untuk satu pendaki dan satu kali pendakian. Yang berusia kurang dari 17 tahun wajib menyertakan surat izin dari orangtua atau wali. Pendaki disarankan datang berkelompok dan dengan porter bersertifikat untuk saling menjaga diri selama melakukan pendakian. Disarankan pula telah memiliki asuransi jiwa yang masih berlaku.

Pendaki bisa melakukan pendaftaran SIMAKSI melalui agen pendakian resmi atau mengajukan surat ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, dari hari Senin sampai Jumat pukul 8 pagi sampai 3.30 sore. Bagi yang langsung datang bisa mendaftar di dua pintu masuk Rinjani, dari hari Senin sampai Minggu pukul 8 pagi sampai 5 sore. Pintuk masuk pertama di Pintu Masuk Senaru (Pos Pelayanan Terpadu - Rinjani Trekking Center) di Desa Senaru, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Pintu masuk yang kedua di Pintu Masuk Sembalun (Pos Pelayanan Terpadu - Rinjani Information Center) di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Sayangnya banyak pendaki nakal yang naik dari jalur Torean sehingga tidak terdaftar oleh petugas di pos.

Biaya SIMAKSI berupa tiket masuk. Untuk turis domestik harganya Rp2.500 per orang dan turis mancanegara harga Rp20 ribu per orang. Biaya tersebut ditambah dengan biaya materai seharga Rp6.000 per surat. Bagi pendaki yang ingin melakukan pengambilan gambar secara profesional harganya kemungkinan bisa lebih mahal. Bagi yang berniat meneliti bisa jadi diberikan potongan harga, jika membawa surat penelitian. Setelah mendapat lembar SIMAKSI pendaki diminta menuju pos pendakian. Di sana petugas akan mencatat data diri pendaki di buku tamu. Ya, pencatatan pendaki di Indonesia rata-rata masih dilakukan secara manual.

Petugas juga akan mengecek barang bawaan pendaki. Durasi pendakian yang diizinkan bagi pendaki yang telah mengantongi SIMAKSI ialah 3 sampai 5 hari. Apabila lebih pendaki diminta menginformasikan kepada petugas di pos. Bagi yang ingin berkemah, pendaki diminta untuk mendirikan tenda di Pos Peristirahatan, Plawangan dan Danau Segara Anak.

Rinjani akan ditutup satu kali dalam setahun yakni saat puncak musim hujan, biasanya mulai bulan Desember sampai Maret.Jika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, Rinjani juga akan ditutup sementara. Dari informasi terbaru dikabarkan kalau Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup jalur pendakian Rinjani mulai dari 29 Juli 2018 hingga waktu yang tak ditentukan.

BERITA TERKAIT

DPR Siap Fasilitasi Persoalan Izin FIntech

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno siap memfasilitasi persoalan perizinan bagi pelaku industri…

Hakim Agung Non-Karir yang Dibutuhkan

Hakim Agung Non-Karir yang Dibutuhkan NERACA Jakarta - Komisi Yudisial kembali membuka pendaftaran calon hakim agung pada 2018 untuk memenuhi…

KPK Diminta Hentikan Rotasi yang Tidak Transparan

KPK Diminta Hentikan Rotasi yang Tidak Transparan NERACA Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK meminta pimpinan institusi hukum tersebut menghentikan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Festival Seru di Indonesia Bulan Agustus 2018

Bulan Juli dan Agustus menjadi puncak musim panas di Indonesia. Sejumlah festival besar dilaksanakan sepanjang bulan ini, dengan maksud mengundang…

Mobil Hias 'Kuasai' Jalanan di Bogor

Pelbagai mobil hias meramaikan jalanan di Kota Bogor dalam acara Seni Budaya & Pawai Mobil Hias 2018 bertema 'Bogor Genah…

Nomadic Market ala Pasar Karetan Kian Menjanjikan

Warga antusias mendatangani Destinasi Digital milik GenPI Jawa Tengah, yakni Pasar Karetan saat dikenalkan mengenai konsep Nomadic Market di Festival…