Pesta Ribuan Otak-otak di Festival Toboali City On Fire

Gaung Toboali City On Fire (TCOF) edisi tiga menggema di Bangka Selatan, bertempat di Pantai Laut Nek Aji Toboali Bangka Selatan. Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan didatangi ribuan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Selatan, Haris Setiawan, beserta seluruh perangkat panitia yang terlibat bahkan menambah beberapa event lagi dari semula 16 event. "Karena ini imbas dari eforia masyarakat yang sangat tinggi. Kami masukkan lagi dua event yang bisa mengangkat potensi daerah bangka selatan untuk pariwisata Indonesia, semoga berdampak positif," ujar Haris dikutip dari CNN Indonesia.com.

Beberapa event tersebut adalah memanggang 20 ribu otak-otak dan gemar memakan ikan yang dikombinasikan dengan dongeng anak-anak. Hasilnya, semua wisatawan mancanegara dan nusantara tumplek blek di berbagai spot acara dan destinasi di area Bangka Selatan. "Dan ada event yang berdasarkan inisiatif masyarakat. Sekitar 20 event lebih Toboali ini kami gelar. Terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang terus konsisten mendukung Bangka Belitung untuk terus membangun pariwisatanya, karena dengan pariwisata masyarakat kita akan sejahtera," ujar Sekda Kabupaten Bangka Selatan, Suwandi.

Pemkab Bangka Selatan menargetkan jumlah pengunjung selama pelaksanaan event ini sebanyak 20 ribu orang. "Kita melibatkan banyak komunitas di Bangka Selatan. Para seniman dan para anak-anak muda yang kreatif. Komunitas-komunitas itu dijadikan bagian dari kepanitian pelaksana. Sehingga kami bersinergi dengan berbagai unsur," tambah Suwandi yang juga diamini Haris.

Acara meriah karena sederet acara yang ada di TCOF Season III, yaitu Toboali Photo Competition, Toboali Fashion Carnival, Festival Tari Kreasi Daerah, Nganggung 1.000 Dulang, Toboali Oriental Mural Festival, Festival Band, Festival Layang-Layang, Festival Barongsai, Lomba Pembuatan Film Dokumenter, Touring Komunitas Motor, Ritual Adat Buang Jung, dan Festival Kuliner.

Sebelumnya, ribuan orang menghadiri malam pembukaan yang berlangsung di tempat yang sama. Suasana meriah pun menghiasi event wisata TCOF yang ketiga kalinya digelar dan merupakan event wisata di Bumi Junjung Besaoh Bangka Selatan.

Bupati Bangka Selatan Justiar Noer menyebutkan event bertajuk Toboali City on Fire menjadi penyemangat bagi Pemkab Basel dan masyarakat Bumi Junjung Besaoh. Justiar menjelaskan event wisata tahunan ini mulai digelar sejak tahun 2016 lalu diapresiasi kembali oleh Kementerian Pariwisata RI. "Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata. Event wisata TCOF ini merupakan penggambaran dari semangat yang berapi-api, semangat yang membara, perwakilan dari kebangkitan pariwisata di daerah Kabupaten Basel," ujar Justiar.

Menurut Justiar di sinilah pentingnya pariwisata yang berkualitas. Hal itu kata Justiar, seiring dengan meningkatnya kesadaran berbagai pihak terhadap lingkungan dan isu-isu tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan telah memberikan kontribusi terhadap pandangan pentingnya prinsip wisata yang berkelanjutan. "Back to nature, kembali ke alam, kita mengajak masyarakat untuk kembali kepada alam, melestarikan dan memelihara alam, budaya dan lingkungan" katanya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Iyung Masruroh di Jakarta mengatakan, kemajuan pariwisata sangat terkait dengan unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas). Provinsi Babel, termasuk Kabupaten Bangka Selatan, serius mengusahakan kemajuan di tiga unsur pendukung pariwisata tersebut.

"Jangan lupa, jika mengadakan sebuah festival agendanya harus tepat, agendanya jangan berubah-ubah, harus konsisten dari tahun ke tahun. Karena itu membuat Kemenpar lebih mudah dan bisa fokus mempromosikannya. Tepatnya jadwal juga akan memudahkan wisatawan untuk datang," kata Masruroh.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Kata Menpar, dalam tiga hari ada agenda sebanyak itu merupakan festival yang terbilang besar. Namun, sebuah festival itu sukses atau tidaknya bukan hanya peran Kemenpar maupun pemerintah pusat. Kata dia, unsur penthahelix juga sangat menentukan kesuksesan sebuah acara. "Akademisi, Bisnis, komunitas, pemerintah, dan media harus bersatu di daerah. Tujuannya jelas memajukan pariwisata. Dan ingat, jangan buang sampah sembarangan, jaga sebuah acara dengan kebersihan," saran Menpar Arief Yahya.

BERITA TERKAIT

Apartemen Green Pramuka City Selalu Perbarui Sistem Proteksi Kebakaran

  NERACA   Jakarta - Apartemen Green Pramuka City selalu membarui sistem proteksi dan antisipasi kebakaran sejalan Peraturan Gubernur Nomor…

Meriahkan Hari Kesehatan - Astra Gelar Festival Kampung Berseri Astra

Masih dalam memperingati hari kesehatan nasional pada 12 November 2018, PT Astra International Tbk festival kampung berseri Astra (KBA) Kesehatan…

Diikuti Lebih dari 160-E-Commerce - Festival Belanja Online Angkat Produk Lokal

NERACA Jakarta - Festival belanja online (FBO) yang diikuti lebih dari 160 e-commerce di Indonesia, merupakan salah satu pesta online…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Strategi Pariwisata Era Digital Menpar

Menpar Arief Yahya berbicara soal Paradox Marketing Strategy for Government Public Relations (GPR) Menuju Era Komunikasi 4.0 dalam acara Sinergi…

Barelang Marathon di Meriahkan Ratusan Pelari Internasional

Program sport tourism Barelang Marathon 2018 mendapat respons positif dari 253 pelari dari lima benua yang berkumpul di Batam.  Nomor…

Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi…