Tujuan Perluasan Ganjil Genap Sukseskan Asian Games 2018

Oleh : Rima Putri, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Asian Games menjadi acara yang ditunggu-tunggu di tahun ini. Masyarakat pun sudah tidak asing lagi dengan ketiga maskotnya yang unik yang sering terpampang di TV, internet, maupun media lainnya. Untuk melancarkan jalannya acara besar tersebut, sejumlah kebijakan telah direncanakan pemerintah.

Dalam menyambut pertandingan olahraga Asian Games, tentunya ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Bertempat di Jakarta dan Palembang. Acara besar tersebut hanya tinggal menunggu hari dan persiapannya pun telah semakin matang.

Dalam hal ini pertandingan Asian Games ini nantinya akan dipadati dengan lautan manusia. Tidak hanya para atletnya yang akan berlaga, tapi para penonton yang berasal dari berbagai negara juga akan memadati arena pertandingan.

Untuk itu perlu adanya kebijakan dari pemerintah dalam mengantur arus lalu lintas kendaraan sehingga tidak mengalami kemacetan yang parah. Diantara kebijakan yang ditetapkan pemerintah, salah satunya adalam kebijakan sistem ganjil genap.

Dalam menyuksekan sistem ganjil genap tersebut, pemerintah menggunakan google maps untuk memberikan informasi mengenai rute mana saja yang telah menerapkan sistem ganjil genap. Seperti halnya di Jakarta, sistem ini bahkan sudah mulai diuji cobakan sejak 2 Juli lalu. Mengenai hal ini, Bambang Prihartono, selaku Kepala badan pengelola transportasi Jabodetabek mengatakan, pada proses penyusuanan kebijakan transportasi Jakarta dalam rangka terselenggaranya Asian Games 2018 dengan lancar dan sukses, BPTJ telah mengajak Google maps untuk mensukseskan acara ini.

Dengan adanya google maps yang akan memberitahukan wilayah mana yang menerapkan sistem ganjil genap serta memberikan rute alternatif bagi para pengendara, maka hal itu akan memudahkan para pengguna jalan. Masyarakat bisa menggunakan fitur google maps agar tidak salah jalan apabila sedang mencari rute lain sehingga tidak melanggar sistem kebijakan ganjil genap. Mematuhi aturan lalu lintas yang dibuat untuk mengamankan jalannya Asian Games 2018 juga menjadi salah satu dukungan rakyat perhadap event besar ini.

Untuk wilayah Jakarta, kebijakan sistem ganjil genap ini berlaku untuk kendaraan pribadi dan dijalankan setiap hari pada pukul 4 sore hingga 9 malam WIB. Untuk sistem kebijakan ganjil genap di wilayah Jakarta, akan dilakukan di Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Benyamin Sueb, Jalan Rasuna Said, Jalan S Parman, Jalan MT Haryono, Jalan Metro Pondok Indah, dan lain-lain.

Ternyata sistem ganjil genap bukan hanya satu-satunya sistem yang diterapkan pemerintah untuk melancarkan jalnnya Asian Games 2018. Dalam rangka mendukung Asian Games 2018, kebijakan sistem ganjil genap di Jakarta diperluas. Hal ini telah dirumuskan dalam 2 bulan sebelumnya oleh penyelanggara dan pihak-pihak yang terlibat di dalam Asian games, diantaranya: Inasgoc, Kementerian PU, penyelenggara jalan tol, Penprov DKI Jakarta, Korlantas Polri, dan ditlantas polda metro jaya.

Sebenarnya kebijakan sistem ganjil genap yang dilakukan saat ini menjadi kelanjutan dari konsep ganjil genap yang diusulkan oleh Dishub Pemprov Jakarta. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh ketentuan penyelenggara yang menetapkan waktu tempuh dari wisma atlet ke venue tidak boleh lebih dari 30 menit, sementara yang kita tahu Jakarta sudah sering mengalami kemacetan yang parah. Jadi inilah alasannya dibuat kebijakan sistem ganjil genap untuk melancarkan jalannya Asian Games 2018.

Selain di sejumlah ruas jalan arteri, perluasan sistem ganjil ini juga diberlakukan di sejumlah pintu tol. Seperti halnya di pintu tol Tambun dan pintu tol Dawuan.

Selain sistem ganjil genap, diberlakukan pula sistem buka tutup gerbang tol. Sistem buka tutup itu dipilih di tempat prioritas. Yakni di gerbang tol padat yang pengendaranya hanya bisa memacu kecepatan 40 KM/ jam. Sementara penetapan pintu tol itu diberlakukan ada pukul 16.00-17.00 WIB.

Namun, untuk aturan ganjil-genap ini mendapatkan reaksi dari para pengusaha. Sebaiknya kebijakan ini hanya diberlakukan untuk kendaraan pribadi saja. Sedangkan untuk kendaraan bermuatan barang tetapa diberlakukan seperti biasa. Sebab, Menurut Ivan Kamadjaja selaku Chief Executive Officer PT Kamdjaja Logistics, untuk menjaga kestabilan harga barang, sebaiknya bagi kendaraan bermuatan barang atau jasa diberikan dispensasi untuk berjalan seperti biasanya. Karena dikhawatirkan terhambatnya kegiatan tersebut akan berimbas pada kenaikan harga barang di masyarakat.

Lebih jauh, Ivan mengatakan bahwa transportasi darat menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Itulah sebabnya membatasi kendaran bermuatan barang bukan solusi yang efektif. Senada dengan Ivan, para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) juga menyuarakan hal yang sama. Kebijakan ganjil genap untuk angkutan barang dirasa akan menghambat distribusi.

Namun, sepertinya kebijakan mengenai sistem ganjil genap ini sudah matang dilakukan. Uji cobanya pun sudah mulai diberlakukan. Senin hingga Jumat pada pagi pukul 07.00-10.00 WIB dan sore pada pukul 16.00-20.00 WIB. Ketika berlangsung Asian Games, hal tersebut akan diberlakukan full time. Selain beberapa ruas jalan yang sudah direncanakan, nantinya akan ada perluasan wilayah yang terkena kebijakan ganjil genap. Tapi, hal ini masih dikaji lebih jauh lagi.

Selain kebijakan ganjil genap, buka tutup gerbang tol, juga ada lagi kebijkan pemerintah dalam memberikan transportasi yang bisa cepat sampai menuju ke tempat pertandingan Asian Games.

Yakni penyediaan angkutan umum. Untuk memberikan solusi kepada pengguna kendaraan pribadi selama Asian Games, pemerintah menyiapkan lebih banyak angkutan umun. Hal itu dimaksudkan agar pengguna kendaraan pribadi bisa beralih ke angkutan umum. Pemerintah telah menyediakan bus tambahan sebagai alat transportasi yang memadai untuk para atlet, official, maupun para penonton suporter yang datang dari berbagai negara. Kebijakan ini dimaksudkan bukan hanya agar para atlet bisa sampai dalam waktu 30 menit, tapi juga pembatasan kendaraan ini agar tersedianya udara yang bersih karena telah mengurangi CO2 dari asap kendaraan bermotor.

Terkait kebijakan lalu lintas yang dibuat demi kelancaran Asian Games. Pihak Panitia penyelenggara Asian Games (Inasgoc) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengertiannya untuk bisa tertib pada aturan yang berlaku demi kelancaran Asian Games 2018.

Disampaikan oleh Erick Tohir selaku ketua panitia penyelenggara Asian Games 2018, atas kebijakan ganjil genap berdasarkan plat nomor kendaraan, dirinya mewakili panitia meminta maaf kepada masyarakat Jakarta, khususnya kelas menengah ke atas yang terbiasa mengenakan kendaraan pribadi sehari-hari akan sedikit terganggu dengan kebijakan ini. Namun, dirinya meminta pengertian dari masyarakat agar bisa mendukung terselenggaranya Asian games 2018 dengan baik dan lancar. Salah satu bentuk dukungan itu yakni dengan mengikuti aturan yang berlaku.

Sesungguhnya acara Asian Games ini bukan saja milik panitia penyelenggara maupun pemerintah. Tapi milik seluruh bangsa Indonesia sebagai tuan rumah dalam acara ini. Mengenai kebijakan ganjil genap, Inasgoc masih terus berkoordinasi dengan pemprov DKI Jakarta karena pihak pemprovlah yang paling memahami kemacetan Jakarta dan diharapkan bisa mengaturnya agar tidak mengganggu kelancaran Asian Games 2018.

BERITA TERKAIT

Beras Bumdes Maju Bersama Pasok Kebutuan Atlet - Dukung Asian Games 2018

NERACA Jakarta –Menunjukkan eksistensinya, badan usaha milik desa (Bumdes) siap memasok kebutuhan beras selama penyelenggaraan Asian Games dan Para Games…

Dampak Ekonomi Pesta Olahraga Asian Games 2018

NERACA Jakarta-Pesta olahraga spektakuler di Asia, Asian Games 2018, resmi dibuka Presiden Jokowi di Jakarta, Sabtu (18/8). Indonesia sebagai tuan…

Samsung Ajarkan Cara Buat Konten Asian Games 2018

  NERACA   Jakarta - Pesta olahraga Asian Games 2018 telah dibuka secara resmi dengan pertunjukan kolosal yang semarak, indah,…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Asian Games 2018 Festival Olahraga Penuh Sejarah

      Oleh : Muhamad Fahmi, Mahasiswa Universitas Riau   Jakarta dan Palembang mulai berias menyambut Asian Games 2018,…

REFLEKSI HUT KEMERDEKAAN INDONESIA KE-73 - Masih Banyak Tantangan yang Perlu Dijawab

    Oleh : Toni Ervianto, Alumnus FISIP Universitas Jember dan Pascasarjana UI Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia…

Menimbang Jurus Otoritas Moneter Kita

Oleh: Pril Huseno Kemelut konflik perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Turki beberapa waktu belakangan dinilai berpengaruh terhadap gejolak mata…