Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Menurun - Setiap Tahun

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Menurun

Setiap Tahun

NERACA

Sukabumi - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Sukabumi setiap tahunya menurun. Hal ini bisa dikatakan keberhasilan peran pemerintah serta dinas terkait terus melakukan pencegahan dan sosialisasi terhadap masyarakat. Meskipun, di Kota moci tersebut pada tahun 2014 terjadi kasus emon yang melibatkan ratusan anak.

"Alhamdulillah setiap tahunya kasus kekerasan terhadap anak menurun," ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Perempuan, Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Disdalduk KB, P3A dan PM) Kota Sukabumi Lilis Astri Suryanita usai menggelar kegiatan Hari Keluarga Nasional ke XXV dan Hari Anak NAsional di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (11/7).

Lilis juga mengatakan, semenjak kasus emon pada tahun 2014 lalu yang memakan korban sekitar 184 anak, sampai saat ini terus masih dilakukan pengobatan dengan cara menghilangkan trauma. Untuk itu, lanjut Lilis, kordinasi dengan dinas terkait tidak akan putus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada anak dan perempuan."Setelah kasus emon yang mendunia, frekuensi kasus kekerasan terhadap anak sampai saat ini terus menurun," aku Lilis.

Begitu juga dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak banyak, walaupun ditemukan ada empat kasus kekerasan oleh perempuan kepada laki-laki dengan alasan beragam."Alhamdulillah, baik itu kasus kekerasan terhadap anak, perempuan adan KDRT trennya menurun," terang Lilis.

Upaya yang dilakukan oleh Dinas tersebut, terus menggelorakan tribina. Yakni, bina keluarga, lansia dan remaja, dengan melibatkan kader-kader dilapangan."Terus kita gelorakan semangat terhadap perlindungan anak dan perempuan, sehingga kasus yang menimpa anak dan perempuan tidak terjadi lagi, terutama kasus emon. Selain itu terus mengkampanyekan Tree End yakni, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri trafficking dan akhiri kesenjangan akses-akses ekonomi terhadap perempuan," ujarnya.

Sementara itu berkaitan dengan Harganas, Lilis mengingatkan pentingnya keluarga serta untuk menata kembali manajemen keluarga yang konsep dasarnya adalah merencanakan keluarga dengan sebaik-baiknya. Selain itu juga lanjut Lilis, keluarga memiliki 8 fungsi, mulai dari agama, pendidikan, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan budaya, ekonomi, dan lingkungan."Saya ingatkan akan pentingnya 8 fungsi tersebut," pungkas Lilis. Arya

BERITA TERKAIT

Taxi "Wonderful Indonesia" Rajai Kota London

Sebanyak 350 taxi dan 15 bus wisata berlogo "Wonderful Indonesia" merajai kota London, selama bulan November 2018. Taxi dan bus…

KOTA SUKABUMI - Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat

KOTA SUKABUMI Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat NERACA Sukabumi - Pengurus Inti Ketua, sekretaris dan Bendahara (KSB) organisasi Kebangkitan…

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mensos Resmikan Sarana KAT di Kabupaten Landak

Mensos Resmikan Sarana KAT di Kabupaten Landak NERACA Landak - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Sarana Komunitas Adat…

Pemkab Kuningan Akan Bangun PLUT

Pemkab Kuningan Akan Bangun PLUT NERACA Kuningan – Untuk membantu dan memajukan para pengusaha kecil menengah, Pemkab Kuningan akan membangun…

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian NERACA Sukabumi - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi terus meningkatkan…