Tiga Perusahaan Tunda Laksanakan IPO - Kondisi Pasar Tidak Kondusif

NERACA

Jakarta – Optimisme PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila target IPO atau perusahaan yang sahamnya tercatat di pasar modal bakal melesat dari target yang dipatok 35 emiten, rupanya berbeda dengan fakta dilapangan. Pasalnya, perusahaan penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas mengungkapkan, saat ini sudah ada tiga perusahaan yang masuk pipeline memilih mengundurkan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) ke kuartal IV-2018.

Ketiga perusahaan memilih menunda melantai di bursa saham lantaran mempertimbangkan kondisi pasar yang belum kondusif. Managing Director Danareksa Sekuritas, Boumedian Sihombing mengatakan ada tiga perusahaan, yakni PT Wika Realty, PT Panca Mitra Multiperdana dan PT Jasa Bersama Indonesia memilih untuk memundurkan rencana IPO-nya dari paruh pertama tahun ini menjadi semester kedua nanti dan paling lambat melakukan IPO pada kuartal IV-2018.”"Ada tiga, Wika Realty, Panca Mitra sama Duck King, itu yang kita tunda, tidak jadi di semester satu jadi ke semester dua,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Boumedian menilai pihaknya terus mencermati perkembangan pasar secara intens agar nantinya tak kembali terjadi resiko penundaan pelaksanaan aksi korporasi ini. Rencananya ketiga perusahaan tersebut akan kembali mengajukan IPO dnegan menggunakan laporan keuangan di bulan Juni agar proses pencatatan (listing) memiliki jeda yang pandang hingga akhir 2018.

Disampaikannya, untuk semester dua nanti Danareksa Sekuritas akan mengawal penerbitan obligasi senilai Rp 3 triliun. Instrumen utang tersebut akan diterbitkan oleh dua perusahaan menggunakan laporan keuangan akhir Juni 2018. Meski demikian, dia masih menolak untuk memberikan rincian perusahaan yang akan menerbitkan instrumen utang tersebut.

Sebagai informasi, dari awal tahun hingga awal semester II-2018, jumlah aktivitas penawaran saham perdana sudah tercatat dilakukan 26 perusahaan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD N Yetna Setia pernah bilang, di pipeline BEI telah ada 20 perusahaan yang sedang memproses rencana IPO. "Target kita kan 35 tahun ini, di pipiline 20 mudah-mudahan mereka komitmen untuk listing tahun ini. Target 35 itu minimal,”ujarnya.

Menurut dia, meski market cenderung lesu dan beberapa perusahaan juga mementingkan momentum animo untuk IPO masih terus ada. Perusahaan masih menilai optimis untuk melepas sahamnya ke publik. Meski target sudah tercapai, BEI menilai pihaknya masih terus menggaet perusahaan untuk IPO, salah satu langkahnya adalah dengan memberikan listing service. Artinya memberikan hak kepada perusahaan tercatat untuk meningkatkan kapasitasnya, seperti membuka kesempatan masuknya investor dari luar negeri.

BERITA TERKAIT

KPK Laksanakan Supervisi Pencegahan Korupsi di Sulbar

KPK Laksanakan Supervisi Pencegahan Korupsi di Sulbar NERACA Mamuju - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan supervisi dan pencegahan korupsi di…

Lion Air Rencanakan IPO - BEI Pastikan Belum Terima Dokumen Resmi

NERACA Jakarta – Wacana Lion Air bakal menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek…

Kebijakan PT KAI Tidak Konsisten

Ada yang menarik jika melihat perbandingan akses keluar masuk di stasiun Cikini dan Gondangdia, dimana akses pintu Utara dan Selatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…