Komimen Pembiayaan PT SMI Capai Rp77 Triliun

NERACA

Jakarta - BUMN sektor pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) meraup kesepakatan komitmen pembiayaan infrastruktur sebesar Rp77 triliun selama Januari-Juni 2018 yang mayoritas digunakan untuk pembangunan jalan tol dan sarana kelistrikan. Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini di Jakarta, Selasa (10/7), mengatakan, pembiayaan yang sudah dicairkan dari total komitmen itu sebesar Rp35 triliun. Salah satu kreditur yang menarik pembiayaan dari SMI untuk pembangunan infrastruktur adalah PT. Hutama Karya Persero.

"Kami masih sejalan dengan target pembiayaan tahun ini, mayoritas sektor yang dibiayai adalah transportasi dan kelistrikan," ujarnya. Sebelumnya, SMI menargetkan penyaluran pembiayaan infrastruktur di 2018 bisa mencapai Rp47,1 triliun atau meningkat 28,6 persen dari 2017 yang sebesar Rp36,6 triliun. Sedangkan untuk target komitmen pembiayaan diproyeksikan bisa mencapai Rp78,7 triliun. Angka ini meningkat 22,4 persen dari yang target 2017 sebesar Rp64,3 triliun.

SMI memang banyak merambah pembiayaan sektor transportasi dan energi. Pada 2017, portofolio pembiayaan SMI mencakup pembiayaan untuk pembangunan megaproyek energi dan transportasi seperti Soekarno-Hatta Terminal Tiga Ultimate, Bandara Internasional Kulonprogo Yogyakarta, Palapa Ring Paket Tengah, Jalan Tol Bogor Ring Road, Jalan Tol Trans Jawa (Pejagan-Pemalang-Semarang-Solo. Solo-Ngawi-Kertosono-Surabaya-Mojokerto, Irigasi Rentang Jawa Barat, dan PLTU Kendari 3 (2x50 MW).

PT SMI juga menjadi emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan atau Green Bond. Penerbitan Green Bond PT SMI ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Green Bond senilai Rp 3 triliun dengan nilai emisi sebesar Rp 500 miliar pada tahap I-2018 ini. “PT SMI menaruh perhatian khusus terhadap perubahan iklim. Salah satu tindakan konkret kami adalah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan atau Green Bond,” kata Emma.

Komitmen PT SMI ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam merealisasikan komitmen Paris Agreement, untuk melindungi dan mempertahankan ekosistem serta kualitas lingkungan. Adapun Center for International Climate Research-Oslo (CICERO) yang merupakan ahli lingkungan terkemuka di dunia telah memberikan opini “Medium Green” kepada PT SMI.

Dana hasil penerbitan untuk membiayai beragam sektor seperti sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air bersih. Sementara itu, meskipun periode bookbuilding sangat singkat dan terpotong libur panjang Lebaran, namun permintaan masuk terhadap Green Bond PT SMI masih sangat baik dan memenuhi target yang diharapkan, sebesar Rp 1 triliun. Animo tinggi pada saat bookbuilding, namun investor mengharapkan imbal hasil yang lebih tinggi karena kenaikan suku bunga. "Green Bond kami tetap memberikan risk premium di atas obligasi pemerintah," jelas Emma.

BERITA TERKAIT

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

RAPBD Banten 2019 untuk Infrastruktur Rp1,17 Triliun

RAPBD Banten 2019 untuk Infrastruktur Rp1,17 Triliun NERACA Serang - Pemerintah provinsi Banten menganggarkan sekitar Rp1,17 triliun dalam RAPBD Banten…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5253 Triliun

    NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III 2018 naik 4,2 persen (tahun…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Pengaruhi Ketersediaan Lapangan Pekerjaan Perbankan

    NERACA   Jakarta - Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali memproyeksi bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di sektor…

Hanya 1,7% Penduduk Indonesia Miliki Asuransi

    NERACA   Bandung - Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan hingga saat ini jumlah penduduk Indonesia…

BI – Bank Sentral Tiongkok Perbarui Perjanjian SWAP Bilateral

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBC) memperbarui perjanjian…