Suzuki Belum Berencana Rilis Skutik untuk Kelas Premium

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi kendaraan roda dua menyatakan belum berencana mengeluarkan skuter otomatik (skutik) untuk mengisi segmen premium di pasar otomotif Indonesia. Sejauh ini, Suzuki baru memasarkan Address FI, Address Playful dan Nex II di pasar Indonesia, kendati pabrikan berlogo huruf "S" itu memiliki skuter premium seri Burgman di segmen tersebut.

Sales & Marketing 2Wheel Departement Head PT SIS, Yohan Yahya, menjelaskan pihaknya mempertimbangkan banyak hal apabila ingin bermain di segmen skutik "bongsor" di pasar Indonesia. "Banyak hal. Dalam arti banyak hal itu, kami tidak mau keluarin yang mengecewakan. Itu harus sesuai dengan jiwa suzuki," kata Yohan Yahya kepada pewarta di Jakarta, disalin dari Antara.

Ia mengatakan bahwa saat ini Suzuki berfokus pada segmen skutik di kelas entry level, melalui model Nex II, karena memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Untuk itu, ia menilai Suzuki tidak perlu ikut-ikutan strategi pabrikan lain yang menjual model skutik premium. "Kalau kita keluar hanya karena ikut-ikutan yang lain, buat kami itu percuma. Dan itu bahaya untuk kami semua," katanya.

Kendati demikian, Suzuki tetap mempertimbangkan membawa skutik berbodi bongsor ke Indonesia. "Kami persiapkan....Ya lihat waktunya," ucapnya. "Apa yang dikeluarkan, kami tidak mau gagal."

Ia menimpali, "Mau tidak mau, kami harus selektif, apa yang dikeluarkan bisa diterima dan tidak mengecewakan." Saat ini Yamaha NMax dan Honda PCX menjadi pemain utama di segmen skutik berbodi besar dikelas 150cc.

Yohan Yahya mengatakan bahwa penjualan retail Suzuki pada Juni 2018 meningkat 23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatkan itu karena performa penjualan yang baik dari model Suzuki Nex II yang baru diluncurkan beberapa bulan lalu. "Lebaran ini secara retail kami naik, kurang lebih cukup bagus, 23 persen," katanya.

Meski hari kerja di bulan Juni berkurang karena ada libur Lebaran, namun peningkatan penjualan retail itu dapat digapai karena tersedianya stok di diler selama periode tersebut.

Menurut Yohan Yahya, penjualan retail Suzuki roda dua pada Juni hampir 7.000 unit dengan Nex II sebagai kontributor utama sebanyak 40 persen disusuk Suzuki GSX series sebesar 30 persen. "Dua model, GSX dan Nex. Nex hampir 40 persen, GSX 30 persen," katanya.

Sepeda motor model skuter otomatik (skutik) dengan bodi yang besar atau bongsor semakin terlihat wara-wiri di jalan raya, baik di kota besar maupun daerah-daerah penyangga. Skuter model bongsor dengan pemain utama Yamaha NMax dan Honda PCX itu bahkan kian menjamur di tengah-tengah padatnya lalulintas yang semestinya memaksa orang-orang menggunakan transportasi umum.

Walaupun awalnya dicap sebagai skuter kelas premium untuk kalangan menengah ke atas, namun secara perlahan penggunaan motor tersebut sudah meluas hingga digunakan sebagai armada ojek online.

BERITA TERKAIT

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Volkswagen Segera Mampu Produksi 15 Juta Mobil Listrik

Volkswagen mengumumkan akan memiliki kapasitas untuk membangun hingga 15 juta mobil listrik selama beberapa tahun ke depan, berdasarkan laporan Reuters…

All New Brio Sumbang 51 Persen Total Penjualan Honda

All New Honda Brio menjadi produk terlaris Honda pada November 2018 dengan penjualan mencapai 8.152 unit, atau 51% dari total…

Royal Enfield Buka Anak Perusahaan di Thailand

Produsen sepeda motor, Royal Enfield, akan melebarkan sayapnya dengan mendirikan anak perusahaan di Thailand, menurut Kepala Bisnis Royal Enfield India…