Indovision Tunjuk UBS Dan Morgan Untuk Go Public

NERACA

Jakarta – Rencana televisi berbayar PT MNC Sky Vision (MSV) untuk listing di pasar modal semakin mantap. Pasalnya, perseroan dikabarkan sudah menunjuk UBS Securities Indonesia dan Morgan Stanley Securities Indonesia sebagai penjamin emisi (underwriter). “Indovision sebagaibranddari MNC Sky Vision akan melepas 25% sampai 30% sahamnya ke publik," kata Group President dan CEO Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo di Jakarta, Selasa (2/3)

Rencananya, dana IPO akan digunakan untuk memperkuat sistem transmisi jaringan televisi berbayar yaitu migrasi ke jaringan MPEG4 video on demand. "Dengan dana yang diperlukan sekira US$50 juta," ungkapnya.

Sebelumnya, PT Global Mediacom Tbk (BMTR), induk perusahaan PT MNC Sky Vision (MSV) telah memutuskan untuk mencatatkan saham MSV di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011 dalam rangka mengumpulkan dana untuk ekspansi.

MSV merupakan operator TV berbayar dengan merk Indovision dan Top TV. Pada akhir 2010, jumlah pelanggan Indovision dan Top TV mencapai lebih dari 800 ribu pelanggan dan terus Indovision yang juga anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR) TV memiliki masa depan yang sangat menjanjikan karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penetrasi TV berbayar terendah di Asia Pasifik dengan penetrasi kurang dari 5%.

Konon Indonesia juga diproyeksikan sebagai negara dengan pertumbuhan pelanggan TV berbayar tertinggi di Asia Pasifik dengan pertumbuhan lebih dari 30% dibandingankan dengan negara lain seperti Malaysia, Singapore, Jepang dan lainnya (berdasarkan data dari Media Partners Asia).

Secara khusus, DTH memiliki pangsa pasar tertinggi dibandingkan TV kabel dan IPTV karena keunggulannya dalam menyediakan coverage ke seluruh wilayah Indonesia. Pangsa pasar DTH diharapkan untuk semakin berkembang di masa depan.

Sebagaimana diketahui, PT MNC Sky Vision (MSV) dengan merk Indovision dan Top TV, sebagai salah satu TV berbayar yang menggunakan satelit telah berhasil menjadi pemimpin pasar dengan pangsa pasar lebih dari 78% di Indonesia. Pada akhir tahun 2010, jumlah pelanggan Indovision dan Top TV mencapai lebih dari 800.000 pelanggan dan terus meningkat.

Keunggulan kompetitif MSV semakin ditingkatkan dengan adanya peluncuran satelit baru pada Mei 2009 bernama Indostar II. Satelit S-band dengan kualitas transmisi yang sangat baik memiliki kemampuan untuk menawarkan sampai dengan 160 channel program yang bervariasi dengan kualitas gambar yang sangat baik dan lebih tidak rentan pada cuaca buruk.

Pada bulan Desember 2010, MSV mencatat pendapatan sebesar Rp1,44 triliun, meningkat 36% dibandingkan kinerja tahun lalu sebesar Rp1,06 triliun. EBITDA meningkat sebesar 63% dari Rp321 miliar di 2009 menjadi Rp522 miliar di tahun 2010. EBITDA marjin juga meningkat dari 30% menjadi 36%. Pendapatan MSV untuk tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp2,1 triliun. Sementara EBITDA ditargetkan sebesar Rp846 miliar pada tahun 2011. EBITDA marjin juga diproyeksikan meningkat menjadi 40%.

Oleh karena itu, untuk memperkuat posisinya, pada 16 November 2010, MSV telah menjadi penjamin obligasi yang diterbitkan oleh Aerospace Satellite Corporation Holding B.V sebesar US$ 165 juta.

Dana obligasi akan digunakan untuk pembelian S-band transponders, untuk capital expenditures dan tujuan umum korporasi. (bani)

BERITA TERKAIT

HIMBARA UNTUK PAJAK

Menkeu Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama (kiri ke kanan) Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo, Dirjen Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan,…

Ekonom Ingatkan Investasi dan Permintaan Melandai

NERACA Jakarta- Meski Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Juni 2019 surplus sebesar US$200 juta, surplus neraca…

Sektor Pangan - Produksi dan Suplai Terbatas Bakal Memicu Kenaikan Harga Cabai

NERACA Jakarta – Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan salah satu alasan kenaikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…