Sriwahana Ekspansi di Bisnis Paper Mill - Hadapi Kendala Bahan Baku

NERACA

Jakarta – Mensiasati kendala keterbatasan bahan baru produksi, khususnya kertas sebagai bisnisnya. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) bakal melakukan ekspansi di paper mill. Dimana pendanaan ekspansi tersebut akan bersumber dari hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Presiden Direktur SWAT, Alim Susanto pernah bilang, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pembelian bahan baku,”Perusahaan berharap bisa mengoperasikan pabrik paper mill yang memiliki kapasitas 3.000 hingga 4.000 ton per bulan yang akan resmi didirikan di bulan September ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, perusahaan manufaktur bidang kertas ini berencana untuk mengembangkan produksi pada tahun ini. Saat ini, SWAT memiliki 2 buah pabrik yang menghasilkan 4.000 ton per bulannya dengan utilisasi sebesar 30%. Disampaikan Alim, masih rendahnya utilisasi bukan karena tak ada permintaan tapi karena tak ada bahan baku.

Oleh karena itu, dengan mulai beroperasinya pabrik paper mill tersebut, perusahaan berharap untuk bisa meraih kenaikan pendapatan hingga sebesar 8% hingga 10%. Saat ini, perusahaan ini melakukan penjualan kemasan karton paper cone dan juga paper tube. Untuk saat ini, 60% produksi perusahaan digunakan di segmen Food and beverages sementara sekitar 10% hingga 20% digunakan untuk special box di bidang militer.

Belum lama ini, perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Dimana perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 664,2 juta lembar saham dengan nilai Rp160 per lembar saham, nilai emisi dari pencatatan ini sebesar Rp106,272 miliar. Disebutkan, dana yang diterima akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja untuk menjamin kepastian supply bahan baku bagi industri corrugated Sriwahana yang saat ini baru menggunakan 30% dari total kapasitasnya.

Hal ini terjadi karena Sriwahana masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku supplier, sehingga kapasitas produksi belum bisa maksimal. Pada debut perdananya di pasar modal, saham SWAT langsung tercatat menguat 112 poin atau 70% dari harga penawaran Rp160 ke level Rp272 per saham. Di level itu saham SWAT sudah ditransaksikan sebanyak 16.349 lot senilai Rp444,69 juta dengan 11 kali transaksi.

BERITA TERKAIT

Indonesia Hadapi Tiga Beban Penyakit

Indonesia kini tengah memasuki masa transisi epidemiologi. Kondisi ini membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta masyarakat untuk mewaspadai segala jenis…

Andri Sukses Merakit Bisnis Ratusan Juta Rupiah - Kisah Pelapak Bukalapak

Komitmen Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang memiliki visi memberdayakan UKM di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, terus dilakukan dengan berbagai…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…