Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT Indo Straits Tbk, Sutina menyampaikan, optimistis pada tahun ini kinerja perusahaan akan lebih baik. Pasalnya perusahaan potensi mendapatkan kontrak selama tiga tahun dari PT Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak itu rencananya akan dimulai pada 31 Juli 2018 sampai tiga tahun mendatang.

Mengenai besarnya kontrak itu, Sutina belum dapat menyampaikan detailnya. Selain itu, sekarang ini PTIS juga tengah melakukan negosiasi untuk dua kontrak baru lainnya. “Kontrak ini untuk menambah pendapatan yang ada saat ini, enam bulan ke depan semoga lebih baik, mudah-mudahan perusahaan tidak rugi lagi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk menggenjot penjualan, Direktur Utama PT Indo Straits Tbk, Tan Kim Leng mengatakan, ada empat hal yang saat ini dilakukan oleh perusahaan. Pertama, mengamankan kontrak-kontrak jangka panjang. Kedua melakukan efesiensi biaya dan strategi ketiga yaitu mengurangi pinjaman di bank. “Kami saat ini ada pinjaman di bank, secara bertahap kami kurangi lantaran dengan pinjaman bank kan bunganya cukup besar,” tuturnya.

Terakhir, dengan memaksimalkan penggunaan alat yang dimiliki perusahaan. Pada tahun ini, perusahaan tidak ada rencana untuk menambah alat. “Aset yang kami miliki lebih didayagunakan untuk proyek baru dan menambah produksi,”ungkapnya.

Saat ini klien Indo Straits adalah perusahaan dalam bidang eksplorasi minyak dan gas di Kalimantan. Mereka harus menyediakan crane barge untuk pengerukan, pengangkatan dan pekerjaan lain. Dalam berburu kontrak baru, Indo Straits tak pilih-pilih. Perusahaan lebih banyak mendapatkan pekerjaan dalam kapasitas sebagai subkontraktor. Makanya, menjaga hubungan yang baik dengan pemberi kerja dan menjalin kemitraan dengan perusahaan lain juga menjadi fokus utama Indo Straits.

Anton Ramada Saragih, Direktur Corporate & GA PT Indo Straits Tbk pernah bilang, upaya lain Indo Straits mengejar break even point (BEP) yakni melanjutkan restrukturisasi utang. Pada 25 Oktober 2017, perseroan telah meneken perjanjian kredit dengan Bank Permata untuk restrukturisasi utang sebesar US$ 11,48 juta.

Indo Straits melakukan strategi restrukturisasi utang sejak tahun lalu. Ronny A. Hermawan, Financial Controlling PT Indo Straits Tbk mengatakan, target tahun ini adalah menurunkan utang sekitar US$ 2 juta. Disampaikannya, tantangan dalam bisnis angkutan kargo misalnya, kuota kargo dari pemberi kerja masih terbatas, harga jasa rendah, kuantitas kargo tak sebanding dengan kecanggihan alat perusahaan dan dan mayoritas kontrak bersifat spot charter. Sementara tantangan dalam bisnis jasa pengerukan seperti penjadwalan ulang proyek pengerukan, peningkatan biaya pemeliharaan peralatan, dan cuaca.

BERITA TERKAIT

Pool Advista Bidik Pendapatan Rp 87 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) langsung mematok target bisnis…

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

Andri Sukses Merakit Bisnis Ratusan Juta Rupiah - Kisah Pelapak Bukalapak

Komitmen Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang memiliki visi memberdayakan UKM di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, terus dilakukan dengan berbagai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…