Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata - Profil Keuangan Dinilai Stabil

NERACA

Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari priode yang sama tahun lalu Rp 15,43 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih direspon positif investor. Tengok saja, lembaga pemeringkat Moody's Investor Service (Moody's) menaikkan peringkat perseroan dari sebelumnya Ba1 menjadi Baa3 dengan revisi prospek dari sebelumnya positif menjadi stabil.

Ini merupakan pertama kali bagi Moody's menaikkan peringkat layak investasi menjadi layak investasi (investment grade),”Peningkatan peringkat tersebut mencerminkan penguatan metriks operasional EXCL yang terus berlanjut serta stabilisasi profil keuangan perseroan yang sedang berlangsung saat ini," ujar Nidhi Dhruv, Vice President dan Senior Analyst Moody's di Jakarta, kemarin.

Peningkatan peringkat perseroan tersebut menyusul dukungan aksi yang terus dilakukan oleh induk usaha EXCL, Axiata Group Berhad (Baa2 Stable) di tengah situasi yang tertekan saat ini. Axiata Group Berhad sendiri memiliki 66,4% kepemilikan saham di EXCL. Sepanjang tahun 2017 kemarin, pendapatan perseroan tumbuh 7,2% dibandingkan menjadi Rp 24,6 triliun dengan pertumbuhan layanan data seluler sebesar 61% mengimbangi, penurunan 30% layanan suara dan pesan singkat serta 12% layanan interkoneksi.

Kemudian berdasarkan kinerja perseroan pada kuartal I, pendapatan EXCL melemah 4,8%. Namun pendapatan tersebut masih cukup tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri telekomunikasi,”Persaingan sektor ponsel di Indonesia terus meniingkat selama dua kuartal terakhir serta dampak oleh penerapan peraturan registrasi kartu prabayar. Hal tersebut membuat fundamental pasar dan pemulihan track record pada sektor telekomunikasi, efek volatilitas jangka pendek yang ditimbulkan saat ini akan terlihat dengan pertumbuhan jangka panjang dan stabilitas di sektor tersebut," kata Dhruv.

Moody's menilai pertumbuhan pendapatan EXCL pada 2018 akan melambat pada kisaran 4-4,5% dan akan kembali ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2019 sebesar 6-6,5% selama perseroan fokus pada peningkatan monetisasi data dengan permintaan yang kuat akan layanan 3G/4G LTE serta peningkatan proliferasi smartphone dan pertumbuhan basis pelanggannya,”Sesuai dengan peringkat yang diberikan, EXCL diharapkan dapat menjaga keuangannya secara hati-hati dengan leverage dan memprioritaskan kelebihan uang yang ada untuk membayar utang perseroan dan belanja modal. Bukan untuk melakukan akuisisi besar dan meningkatkan porsi imbal hasil pemegang saham," tambah Dhruv.

Kenaikan peringkat kembali tidak mungkin dilakukan Moody's dalam waktu dekat. Peningkatan rating akan dilakukan seiring dengan perbaikan profil keuangan secara berkelanjutan, sehingga utang yang disesuaikan per EBITDA dibawah 1,5 kali secara konsisten dan saldo arus kas per utang tetap berada di atas 40%-45%.

Leverage utang kepada EBITDA perseroan tetap stabil di sekitar 2,5 kali sejak 2016. Pada 2018-2019 diharapkan leverage tersebut terus turun hingga 2,2 kali - 2,3 kali, dan Moody's memperkirakan utang denominasi dolar AS perseroan terus turun seiring dengan penurunan eksposure utang dolar AS yang terus turun menjadi 24,4% dari sebelumnya 44% pada 2015.

BERITA TERKAIT

Fitch Rating Nilai Kas Operasional Negatif - Penurunan Peringkat LPKR

NERACA Jakarta – Sempat dituding karena keputusan menurunkan peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tidak berdasar, membuat lembaga pemeringkat internasional…

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mobil Prestasi Muamalat Sambangi Sekolah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) menyadari pentingnya pembangunan karakter anak bangsa melalui pendidikan.…

BI Diprediksi Naikkan Bunga Acuan Lagi

      NERACA   Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…