Mitra Komunikasi Akuisisi Distributor Pulsa - Targetkan Pendapatan Rp 8 Triliun

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp 8 triliun, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) sebagai perusahaan telekomunikasi berbasis digital ini telah menyiapkan dana sebesar Rp40 miliar guna keperluan akuisisi satu perusahaan distributor pulsa,”Kita harap proses akuisisi tersebut akan rampung sebelum tahun 2018 berakhir,"kata Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, Jefri Junaedi, di Jakarta, Selasa (5/6).

Jefri menambahkan dengan akuisisi tersebut diharapkan market share MKNT bisa naik menjadi 10%. Saat ini, market share perusahaan diklaim sebesar 9,52% dari total penjualan pulsa Telkomsel. Asal tahu saja, perusahaan yang fokus melayani distribusi produk telekomunikasi dari Telkomsel ini ingin perkuat lini usaha distribusi pulsa.

Dirinya melihat bahwa lini usaha distributor pulsa masih menjanjikan karena pengguna sistem prabayar masih mendominasi,”Akuisisi ini untuk memperkuat lini usaha kami. Sekitar 70% pengguna telepon genggam masih pre paid dan 30%-nya nasabah pascabayar," ucapnya.

Disampaikannya, sumber pendanaan perusahaan untuk akuisisi akan berasal dari kas internal dan penggunaan laba tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 37,9 miliar. Sementara Chief Executive officer (CEO) MKNT Roby Tan menjelaskan, ke depan perusahaan akan berfokus membangun ekosistem digital pada usahanya. “Dimana kami mau seluruh outet terlayani dengan cepat dan tepat. Kita juga sudah melakukan pembaruan teknologi,” katanya.

Tak hanya itu, MKNT juga akan terus bermitra dengan fintech pembiayaan Kimo yang dinilai sangat membantu kinerja MKNT. “Terutama untuk UMKM yang mendapat permodalan dari Kimo karena unserved dari bank,” jelas Roby.

Sepanjang tahun 2017, MKNT sukses meraih penjualan sebesar Rp 6.3 triliun atau tumbuh sebesar 2.238% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya di angka Rp 270, 9 miliar. Perseroan juga mencatatkan laba komprehensif senilai Rp 90,2 miliar atau naik sebesar 3.817% dari Rp 2,3 miliar. Sebagai informasi, pada kuartal pertama 2018, MKNT mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1.518,14 miliar.

Perseroan mengklaim, kenaikan penjualan tahun 2017 merupakan cerminan masih tingginya permintaan masyarakat terhadap produk telekomunikasi dan digital di tengah isu lesunya daya beli. Di tengah isu melemahnya daya beli di sektor ritel saat ini, permintaan terhadap produk telekomunikasi, khususnya paket data internet justru masih sangat tinggi. Kebutuhan komunikasi berbasis internet kini sudah menjadi hal dasar dalam keseharian masyarakat. Sebagai salah satu distributor produk telekomunikasi terkemuka di Indonesia, perseroan bangga bisa hadir melayani kebutuhan tersebut.

Sejak tahun 2008, MKNT fokus pada bisnis utamanya untuk distribusi pulsa dan starter pack produk Telkomsel di Jawa, Bali dan Sumatera. Selain fokus melayani distribusi produk telekomunikasi dari Telkomsel, MKNT juga merupakan distributor perangkat mobile untuk merek dagang Samsung, VIVO, OPPO dan Huawei di Indonesia. Secara spesifik, MKNT mengantungi kurang lebih 95% pendapatannya dari bisnis pulsa dan penjualan terbesar untuk gadget berasal dari merk Samsung, Oppo, dan Huawei.

BERITA TERKAIT

WSBP Bukukan Pendapatan Rp 5,02 Triliun

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pendapatan usaha hingga per Agustus 2018 sebesar Rp 5,02 triliun.…

Waskita Tawarkan Bunga Hingga 9,75% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menawarkan surat utang bertajuk obligasi berkelanjutan III Waskita Karya tahap III tahun…

Pool Finance Targetkan Laba Tumbuh 150% - Genjot Pembiayaan Produktif

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Pool Advista Finance Tbk sebagai perusahaan pembiyaan bakal mencari pendanaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…