Jasa Marga Diusulkan Garap Tiga Ruas Tol - Kompensasi Danai Tol Rp 1,9 Triliun

Neraca

Jakarta - Kementerian BUMN mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan tiga pengelolaan tiga ruas jalan tol kepada PT Jasa Marga Tbk. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi karena PT Jasa Marga telah menyediakan dana Rp 1,9 triliun untuk melanjutkan pembangunan tol Semarang-Solo.

Kata Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin, tiga ruas jalan tol yang diusulkan dikelola PT Jasa Marga Tbk adalah tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan tol yang tengah dibangun dan dua tol baru, yakni tol Kalibaru-Marunda dan tol Cikarang-Tanjung Priok yang diinisiasi DKI Jakarta. “Karena kesulitan cari dana Rp 1,9 triliun untuk Semarang-Solo, karena itu Jasa Marga sebagai perusahaan terbuka dinilai siap masuk dan tetap harus terapkan GCG (good corporate governance) dan sebagai kompensasinya adalah tiga jalan tol yang feasibel, skemanya cross subsidy"katanya di Jakarta, Kamis (16/2).

Menurutnya, agar tidak menimbulkan pertanyaan publik, keputusan PT Jasa Marga Tbk harus menyerahkan dana Rp 1,9 triliun dan dikompensasi tiga ruas tol harus dalam bentuk peraturan presiden (Perpres).

Ini diperlukan karena aturan yang ada selama ini, pembangunan jalan tol yang tidak feasibel harus mendapat jaminan dari pemerintah. "PT Jasa Marga Tbk itu kan harus diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jadi keputusannya harus Perpres. Keputusan ini akan menguntungkan negara karena Jasa Marga adalah milik pemerintah, daripada dikasih swasta tapi gak jalan-jalan," ungkap dia.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengungkapkan, pihaknya siap mengalokasikan dana Rp 1,9 triliun pada tahun anggaran 2013 dan 2014. Tahun ini perseroan telah menyiapkan dana Rp 7 triliun untuk ekspansi pengembangan sembilan ruas jalan tol.

Dana Rp 1,9 triliun separuh dialokasikan 2013 dan separuhnya lagi 2014. "Kami ikut saja usulan dari Kementerian BUMN. Kami support. Sebagai perusahaan publik memang semuanya harus dibuat jelas dalam konsep cross subsidy ini. Kalau harus biayai tol yang tidak feasibel maka gantinya tentu harus yang feasibel," jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…