Indonesia Bakal Salip Singapura Dan Malaysia - Klaim Kapitalisasi Saham Terbesar di Asean

Neraca

Jakarta – Banyaknya sentimen positif dalam negeri dan terlebih investment grade yang di raih Indonesia, diyakini bakal mengalahkan kapitalisasi saham Singapura dan Malaysia. Alasannya, nilai kapitalisasi pasar modal dalam negeri saat ini tumbuh pesat dan bahkan di negara Asia.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, nilai kapitalisasi pasar saham dalam negeri mempunyai peluang menjadi terbesar di wilayah Asia Tenggara (ASEAN), “BEI mencatatkan perkembangan kapitalisasi pasar yang cukup baik selama 10 tahun terakhir. Bila perkembangan 10 tahun terakhir dapat dipertahankan maka kapitalisasi pasar saham BEI menjadi terbesar di ASEAN,”katanya di Jakarta, Kamis (16/2).

Menurutnya, saat ini kapitalisasi pasar saham bursa domestik naik 32,6% pertahun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) juga mengalami peningkatan sebesar 25,5% per tahun dalam 10 tahun terakhir. Nilai transaksi harian saham BEI juga tumbuh 38% per tahun sepanjang 10 tahun.

Kata Uriep, bursa saham domestik dinilai sebagai baromoter investasi selama dua tahun terakhir. Berdasarkan indeks MSCI, investasi saham-saham di Indonesia memberikan hasil dua kali lipat dibandingkan negara lain. Indeks MSCI merupakan sebuah indeks pasar saham yang umumnya digunakan sebagai patokan investor global dalam memilih investasinya. Indeks MSCI mencakup koleksi saham dari semua pasar berkembang di dunia.

Pihak BEI, kata Uriep, menargetkan kapitalisasi pasar saham sebesar US$ 750 miliar pada akhir 2015 dan tahun 2012, BEI berharap kapitalisasi pasar (market cap) dapat tumbuh 30% atau Rp700 triliun. "Kita berharap target kapitalisasi tahun ini bisa tercapai, “ujarnya.

Asal tahu saja, hingga akhir 2011 kapitalisasi pasar BEI tumbuh 8,93% menjadi Rp3.537 triliun dibandingkan Rp3.247 triliun akhir 2010. Pencapaian target tersebut bisa terealisasi dengan catatan pertumbuhan kinerja emiten dapat tercapai dan ditambah peranan investor.

Saat ini, lanjut dia, jumlah kelas menengah Indonesia mencapai 100 juta orang. Diharapkan, kelas menengah itu dapat mendorong perekonomian Indonesia dan meningkatkan jumlah investor di BEI sehingga dapat mendorong pertumbuhan pasar modal. "Momentum perekonomian Indonesia yang baik harus tetap dipelihara. Dengan saling bertumbuh dan saling percaya diharapkan dapat melewati tantangan di masa depan," tandasnya.

Sementara direktur utama PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael Tjandra Tjoajadi mengatakan, peran negara Asia dinilai sangat penting dalam menggerak roda perekonomia negara dunia. Terlebih saat ini, hampir total capital market di dorong oleh ekonomi Asia, khususnya negara berkembang seperti Indonesia, “Asia naik peringkat dan ini memicu dana asing masuk lebih besar dan termasuk ke industri pasar modal,”jelasnya.

Menurutnya, banyak alasan mengapa negara Asia, khususnya Indonesia dinilai akan menopang perekonomian dunia. Sebut saja, investment grade yang diraih Indonesia, BI Rate yang dipangkas rendah dan juga perusahaan dalam negeri yang mencatatkan laba bagus dibandingkan negara lain.

Kata Michael Tjandra Tjoajadi, beberapa sektor saham yang layak di koleksi adalah sektor perbankan dan konsumer. Pasalnya, tercatat 60% saham berkapitalisasi besar di sokong sektor konsumer, perbankan dan telekomunikasi. Kendatipun demikian, saham sektor minyak, perkebunan sawit, semen dan properti juga dinilai baik. Alasannya, sektor properti sedang berkembang pesat dan hal ini memicu permintaan semen juga naik. (yahya/bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Indonesia Siap Gelar Asian Games 2018

  Oleh : Steven Sulu, Mahasiswa Nusa Cendana Kupang Kali ini ajang pertandingan antar negara siap dilakukan di Indonesia. Asian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…