SDM Kompeten Jadi Kunci Implementasi Revolusi Industri Keempat - Dunia Usaha

NERACA

Palembang – Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci untuk memenangkan kompetisi di tengah era persaingan global saat ini terutama dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0. Maka itu, diperlukan langkah strategis guna mengakselerasi penyediaan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia industri melalui penyelenggaraan program pendidikan vokasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan di PT. Pupuk Sriwijaya Palembang, disalin dari siaran resmi.

Turut hadir dan meresmikan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Mulyono Prawiro serta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat serta Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto.

Peluncuran program pendidikan vokasi ini memasuki tahap keenam, yang antara lain meliputi Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka - Belitung dan Lampung. Tahap sebelumnya telah dilaksanakan untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Bagian Utara serta DKI Jakarta dan Banten.

“Upaya yang kami lakukan ini sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” ujar Menperin. Di samping itu, fokus Pemerintahan Jokowi-JK pada tahun ini adalah memprioritaskan pengembangan kualitas SDM, setelah pembangunan infrastruktur.

“Sejalan juga dengan yang ada di roadmap Making Indonesia 4.0, di mana kita perlu memanfaatkan bonus demografi. Ini untuk mewujudkan aspirasi menjadikan Indonesia sebagai negara dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030,” paparnya.

Airlangga menjelaskan, sampai dengan 10 tahun ke depan, Indonesia akan menikmati bonus demografi atau momentum ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif (usia 15-64 tahun mencapai 70 persen). “Mereka ini harus menjadi aktor-aktor pembangunan, yang berperan memacu pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Untuk itu, guna mencapai sasaran-sasaran tersebut, Kementerian Perindustrian terus melakukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu tujuannya, yaitu penguatan pelaksanaan program pendidikan vokasi agar dapat dilakukan secara masif dan terstruktur.

“Pembangunan SDM industri harus terus dilakukan untuk mencapai kualitas tenaga kerja yang kompeten, tidak saja dari aspek keilmuan, tetapi lebih diutamakan penguasaan keterampilan dan attitude dalam bekerja,” tutur Menperin.

Kemenperin mencatat, untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan, industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi link and match ini sebanyak 50 perusahaan dengan menggandeng hingga 198 SMK. “Jadi, total sampai tahap keenam, terdapat 618 perusahaan dan 1.735 SMK. Kami memberikan apresiasi terhadap antusias yang besar ini,” ungkap Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan kerja sama sebanyak 290 perjanjian karena satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan industri, sesuai dengan program keahlian di SMK yang terkait dengan sektor industri. “Selain itu, sebanyak 12 perusahaan memberikan hibah peralatan praktik kepada 110 SMK di Sumatera Bagian Selatan,” imbuhnya.

Menperin menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari peluncuran program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK, Kemenperin telah melakukan beberapa kegiatan pada tahun 2018. Di antaranya adalah melaksanakan program peningkatan kompetensi guru produktif.

“Kami telah bekerja sama dengan Institute of Technical Education (ITE) Singapura untuk pelatihan guru produktif bidang teknik permesinan, teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik dan otomatisasi industri sebanyak 100 orang,” ungkapnya. Kemudian, kerja sama dengan Formosa Training Center Taiwan untuk pelatihan sebanyak 100 guru di bidang machine tools.

Kerja sama juga dilakukan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan di dalam negeri, yang melibatkan sebanyak 700 guru produktif. “Bahkan, kami memfasilitasi program magang guru di industri sebanyak 1000 orang dan penyediaan silver expert hingga 50 orang,” lanjut Airlangga.

Di samping itu, program tindak lanjut lainnya adalah penyelarasan kurikulum dan modul pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri sebanyak 34 kompetensi keahlian. Selanjutnya, pemberian bantuan peralatan praktikum untuk SMK, dari kegiatan peluncuran pada tahap I-V kepada 410 SMK dari 80 perusahaan industri, serta kepada 74 SMK di Jawa Timur dan Jawa Tengah dari realokasi anggaran Kemenperin tahun 2017.

Menperin menambahkan, dalam upaya memacu industri nasional untuk mengembangkan pendidikan vokasi, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif fiskal berupa pengurangan penghasilan kena pajak sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan.

BERITA TERKAIT

Menteri BUMN Ingin Cetak SDM Berkualitas - Lewat Siswa Mengenal Nusantara

NERACA Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018. Menteri BUMN Rini…

Kemenperin Sebut Laju Industri Otomotif Kian Melesat

Industri otomotif merupakan salah satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya karena akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi…

Industri Otomotif Siap Perluas Penggunaan B20

Industri otomotif menyatakan kesiapannya dalam memperluas penggunaan Biodiesel 20 untuk seluruh kendaraan bermesin diesel di Indonesia. "Kami siap mendukung implementasi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Hadiri ODM Undip, Menteri Susi Ingin Kembalikan Kejayaan Laut

NERACA Semarang – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan upacara penutupan Orientasi Diponegoro Muda…

Penerapan Teknologi Terbaru Sudah Dilakukan Oleh IKM

NERACA Jakarta – Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyebutkan, penerapan teknologi terbaru yang sudah dilakukan oleh IKM nasional, antara lain…

Teknologi Hybrid Berpeluang Besar untuk Pengembangan

NERACA Tangerang - Mobil elektrifikasi berbasis teknologi hybrid atau dikenal dengan Hybrid Electric Vehicle (HEV) berpeluang besar dikembangkan sebagai tahap…