BTN Optimis Kinerja Keuangan Tumbuh Positif

NERACA

Jakarta – Ketatnya persaingan likuiditas antar perbankan nasional saat ini menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Namun kondisi ini disikapi optimi oleh PT Bank Tabuangan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bila kinerja perseroan akan lebih baik tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (22/4), Direktur Utama BTN, Maryono bilang, fundamental perbaikan bisnis yang mendatangkan sumber pendapatan bank telah disiapkan setelah perseroan melakukan mitigasi risiko secara serius pada tahun 2014,”Kami telah menyiapkan fokus bisnis dan inisiasi utama tahun 2015 dan oleh karena itu perseroan optimis kinerja tahun ini akan lebih baik,”ujarnya.

Bisnis tahun 2014 memberikan catatan tersendiri bagi perseroan karena dalam kondisi makro tidak kondusif Bank BTN masih dapat bertumbuh secara positif. Beberapa indikator seperti kredit perbankan, dana pihak ketiga, NIM tercatat  terjadi penurunan diikuti dengan rasio kredit bermasalah perbankan yang meningkat. Kredit perbankan menurun dari 21,6% tahun 2013 menjadi 11,58% pada tahun 2014.

Kemudian dana pihak ketiga setali tiga uang juga menurun dari 13,61% tahun 2013 menjadi 12,29% tahun 2014. Demikian halnya NIM turun dari 4,89% tahun 2013 menjadi 4,20% pada tahun 2014. Dan NPL (non performing loan) meningkat dari 1,77% tahun 2013 menjadi 2,20% pada tahun 2014. Tahun 2014 perseroan mencatat Asset tumbuh 10,22% dari posisi tahun 2013  menjadi Rp.144,6 Triliun. Kredit pada posisi yang sama tumbuh 15,38% menjadi Rp.115,9 Triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 10,67% menjadi Rp.106,5 Triliun. NPL turun menjadi 4,01%.

Maryono menjelaskan, tahun 2015 perseroan telah melakukan inisiasi bisnis dengan fokus pada peningkatan hasil kerja aksi korporasi antara lain, pertumbuhan kredit fokus pada sektor perumahan, pengembangan pertumbuhan bisnis baru, fokus pada dana pihak ketiga murah dan pendanaan jangka panjang dan memperkuat permodalan.

Menurutnya, dengan inisiasi aksi korporasi tersebut, perseroan mempunyai target pertumbuhan bisnis akan lebih baik,”Aset kami rencanakan akan tumbuh antara 18% sampai dengan 20%. Kredit kami prediksi akan tumbuh diatas rata-rata industri pada kisaran 17% sampai dengan 19%. Dana pihak ketiga direncanakan akan tumbuh sekitar 19% sampai dengan 20%. NPL akan kami dorong untuk terus turun pada level dibawah 3%. Dan Laba Bersih perseroan kami targetkan akan tumbuh diatas 40%,”tegasnya.

Saham perseroan, sejak diperdagangkan tanggal 17 Desember 2009 pada harga Rp.800 (delapan ratus rupiah) per saham. BBTN mencatatkan kinerja saham yang memuaskan selama tahun 2014. Harga BBTN meningkat sebesar 39% (tiga puluh sembilan persen) dari harga penutupan per 31 Desember 2013 sebesar Rp870 (delapan ratus tujuh puluh rupiah) menjadi Rp1.205 (seribu dua ratus lima rupiah) per 31 Desember 2014. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari kenaikan IHSG selama tahun 2014 yang sebesar 21% (dua puluh satu persen).

Dengan harga penutupan ini, maka kapitalisasi pasar BBTN naik dari Rp9,19 triliun (sembilan koma satu sembilan triliun rupiah) pada tahun 2013 menjadi Rp12,73 triliun (dua belas koma tujuh tiga triliun rupiah) pada tahun 2014. (kam)

BERITA TERKAIT

Euforia Pelantikan Biden - Profit Taking Investor Tekan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring…

Peroleh Fasilitas Kredit Rp 41 Miliar - Graha Layar Menaruh Asa Betangan Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Meski geliat bisnis hiburan bioskop belum juga menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan kembali diberlakukannya pembatasan sosial…

TBIG Kantungi Pinjaman Rp 3,86 Triliun

NERACA Jakarta- Pertebal likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) terus menghimpun pendanaan dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Euforia Pelantikan Biden - Profit Taking Investor Tekan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring…

Peroleh Fasilitas Kredit Rp 41 Miliar - Graha Layar Menaruh Asa Betangan Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Meski geliat bisnis hiburan bioskop belum juga menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan kembali diberlakukannya pembatasan sosial…

TBIG Kantungi Pinjaman Rp 3,86 Triliun

NERACA Jakarta- Pertebal likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) terus menghimpun pendanaan dari…