Jelang Lebaran Haji, Pedagang Grosir Raih Untung

NERACA

Jakarta – Sejumlah pedagang oleh-oleh dan perlengkapan ibadah haji  di Pusat Belanja Thamrin City Jakarta, mulai menangguk untung menjelang tibanya hari raya Lebaran Haji tahun ini. Ribuan pengunjung mulai memadati  toko-toko yang menjual aneka jenis barang grosiran.

Hal ini diakui oleh pemilik Toko Metta, Metta, yang berada di lantai dasar 1 Thamrin City. Sejak tahun 2006 toko ini khusus menjual sajadah dari produksi lokal maupun mancanegara. "Kami menjual sajadah dari harga paling murah sekitar Rp 30.000 hingga harga Rp 350.000 per helai sajadah," ujar Metta ketika ditemui wartawan, pekan ini di Jakarta.

Menurut dia, tokonya tidak hanya menjual sajadah produk lokal tapi juga cari mancanegara seperti sajadah Turki dan Arab Saudi. "Tapi yang paling favorit adalah sajadah Turki," ujarnya.

Metta mengakui, berjualan perlengkapan Ibadah Haji dan oleh-oleh haji ini tidak hanya ramai menjelang Lebaran Haji saja. "Orang-orang membeli untuk acara seperti pengajian, selamatan dan ulang tahun, sehingga penjualan bagus sepanjang tahun," paparnya.

Selain itu, pihaknya melayani juga pembelian secara grosir untuk kebutuhan pasar di Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan serta luar negeri. "Saat ini kami sudah punya tiga toko di Thamrin City dengan omset rata-rata sekitar Rp 750 juta per bulan," katanya.

Pemilik toko lainnya, Azizah, mengakui keuntungan berjualan aneka korma, kismis, kacang arab, air zam-zam, biskuit arab hingga sabun dan kosmetik arab, juga ramai dikunjungi masyarakat Jakarta dan luar kota. "Yang jadi favorit dan dicari pembeli itu kurma Nabi yang harganya Rp 350 ribu per kilo," ujar Ibu Azizah yang sebelumnya berjualan di kaki lima Tanah Abang.

Sejak berpindah ke Thamrin City tahun lalu, menurutnya, penjualan naik tajam hingga mencapai 70 persen. Menurut Lucy Ratna, PR and Promotion Manager Thamrin City,  ketersediaan aneka oleh-oleh yang bernuansa haji di Thamrin City ini menjawab kebutuhan akan sebuah tempat belanja yang nyaman, dan memudahkan untuk mendapatkan barang dan produk oleh-oleh khas ibadah haji dan umroh.

Apalagi, kata Lucy, sudah menjadi tradisi bagi orang Indonesia menengok tetangga atau kerabat yang baru pulang dari tanah suci, untuk sekedar mengucapkan selamat atau menanyakan kisah perjalana sewaktu menunaikan ibadah haji. Tidak sedikit pula yang menanyakan oleh-oleh dari tanah suci semisal air zam zam dan kurma.

"Mulai sekarang, untuk mencari buah tangan tak perlu repot-repot belanja di Arab Saudi, karena kami telah menyediakan semua kebutuhan oleh-oleh khas ibadah haji dan umroh. Selain itu, jamaah haji atau umroh tak perlu memikirkan biaya pengiriman, terkena denda karena over bagasi, risiko paket yang dikirim tidak sampai," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Siap Dukung Ekspor Produk Berbasis Teknologi

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendukung agar ekspor produk berbasis teknologi Indonesia semakin meningkat.…

Indonesia Siap Jadi Produsen Ikan Kobia

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), telah berhasil memproduksi ikan kobia dari…

Hadapi Kontraksi Ekonomi, Pemerintah Percepat Realisasi Belanja

NERACA Jakarta - Berdasarkan angka yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 terkontraksi sebesar…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Siap Dukung Ekspor Produk Berbasis Teknologi

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendukung agar ekspor produk berbasis teknologi Indonesia semakin meningkat.…

Indonesia Siap Jadi Produsen Ikan Kobia

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), telah berhasil memproduksi ikan kobia dari…

Hadapi Kontraksi Ekonomi, Pemerintah Percepat Realisasi Belanja

NERACA Jakarta - Berdasarkan angka yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 terkontraksi sebesar…