BTN Gaet Askrindo Kerja Sama Penjaminan Kredit

NERACA

Jakarta - Persaingan bisnis di dunia perbankan saat  ini sangat pesat. Waktu demi waktu  perbankan  bersaing terus di pasar. Untuk bersaing dibutuhkan strategi bisnis dan ketajaman membaca pasar guna  mendapatkan peluang bisnis tersebut dalam meningkatkan pertumbuhan usaha.

Atas dasar itulah, Bank BTN menggandeng Askrindo untuk bekerjasama dalam penjaminan kredit, di mana kerja sama ini lebih dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepada para debitur  yang memanfaatkan fasilitas kredit Bank BTN.

“Hal ini akan sangat menguntungkan bagi debitur Bank BTN dalam menggunakan fasilitas kredit karena Askrindo  akan memberikan jaminan atas kredit tersebut,” ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, usai menandatangani naskah kerja sama bersama Askrindo  di Jakarta, Rabu (17/7).

Kerja sama ini juga dimaksudkan sebagai landasan untuk menjalankan bisnis sesuai dengan ruang lingkup kerja sama Jaminan Asuransi Kredit untuk cash loan dan Jaminan Kontra Bank Garansi untuk non cash loan dan garansi bank. Hal ini sebagai tindak lanjut dari rencana bisnis yang sudah direncanakan perseroan bagaimana agar masyarakat yang selama ini memanfaatkan kredit Bank BTN terlindungi sepenuhnya.

”Masyarakat yang menjadi debitur Bank BTN harus diberikan layanan lebih agar mereka nyaman dalam memanfaatkan produk dan layanan perbankan yang kami miliki,” tegas Maryono. Bank BTN sebelumnya telah melakukan kerja sama untuk hal yang sama dengan Asuransi Central Asia.

Beberapa asuransi yang telah digandeng Bank BTN selain ACA dan Askrindo untuk bekerjasama dalam pemanfaatan jasa dan layanan asuransi untuk keperluan nasabah/debitur Bank BTN antara lain: Jasindo, Jamsostek, Generali, Jamkrindo, Bank BTN akan menggandeng lagi beberapa perusahaan asuransi sehingga diharapkan nasabah/debitur  mempunyai alternatif yang banyak dalam mendapatkan pelayanan asuransi terkait dengan jasa dan layanan Bank BTN.

Bank BTN per 31 Maret 2013 telah memiliki 3 Kantor Wilayah, 65 Kantor Cabang, 223 Kantor Cabang Pembantu, 479 Kantor Kas, 50 Unit Usaha Syariah, dan 2.922 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah  memiliki 1.499 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan layanan prioritas di 15 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. [kam]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…