Tingkatkan Penjualan Batubara - Golden Energy Targetkan Produksi 7 Juta Ton

NERACA

Jakarta – Meskipun harga batu bara belum pulih, tidak membuat surut PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) untuk meningkatkan produksi. Pasalnya, perseroan tahun ini manargetkan produksi batu bara sebanyak 7 juta ton atau naik 25% dari tahun sebelum sebesar 5,6 juta ton.

Seketari Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk, Sudin mengatakan, perseroan menggenjot produksi tahun ini agar dapat meningkatkan penjualan dengan didukung tambang baru di Bunati, Banjarmasin, “Kalau target penjualan, tahun ini 9 sampai 10 juta ton, dan di Bunati saat ini bisa produksi empat sampai lima juta ton. Kalau Bunati bisa sudah jadi bisa 10 juta ton produksinya,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, produksi batubara yang dihasilkan perseroan 60% untuk di ekspor dan 40% untuk dipasarkan ke dalam negeri. Hingga kini, China masih mendominasi tujuan ekspor batu bara dari perseroan.

Disebutkan, ekspor ke Cina masih besar dan kedua India. Dimana di India sudah memiliki kontrak jangka panjang sekitar 25 tahun dengan kapasitas sebanyak 1 juta ton. Lebih lanjut dia mengatakan, untuk ekspor ke India setiap tahunnya meningkat, pada tahun ini sebanyak satu juta ton dan tahun selanjutnya, 1,5 juta ton sampai tiga juta ton batu bara.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan menyetujui perubahan alokasi dana Penawaran Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Dimana perubahan dana IPO tersebut seperti pengurangan jumlah dana untuk belanja modal dan penambahan dana untuk modal kerja, “Awalnya capex 55% diambil dari dana IPO, sekarang menjadi 47%. Lalu modal kerja sebesar 35% menjadi 43%, dan 10% untuk cas perseroan,\" kata Sudin.

Kata Sudin, perubahan anggaran dana bertujuan untuk meningkatkan produksi batubara yang dihasilkan perseroan. PT Golden Energy Mines Tbk melakukan IPO pada 2011 dan memperoleh dana sebesar Rp2,2 triliun. Hingga 2012, dana tersisa sebanyak Rp750 miliar.

Kemudian perseroan juga bakal membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar
Rp185,3 miliar atau setara dengan Rp31,5 per lembar saham, “Keputusan pembagian dividen ini telah disetujui para pemegang saham dalam RUPST,”tuturnya.

Dirinya mengklaim, pembagian dividen tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp17,5 per saham menjadi Rp31,5 per saham, “Dividen tahun ini naik hampir 100%, kita ambil dari laba bersih tahun 2012 dan 2011. Kalau 2012 laba bersihnya sebesar Rp195,51 miliar,”tandasnya.

Menurut dia, pembagian dividen tunai tahun ini diperkirakan akhir Juni 2013. Selain pembagian dividen, kata Sudin, terjadi pergantian sejumlah komisaris dan direksi perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…

Sentimen Bursa Global Tahan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/9) awal pekan terkoreksi menembus…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…

Sentimen Bursa Global Tahan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/9) awal pekan terkoreksi menembus…