Dampak Kenaikan TDL terhadap Inflasi Diprediksi 0,3-0,5%

NERACA

Jakarta – Anggota Komisi Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani berpendapat bahwa inflasi Indonesia pada 2013 diprediksi 4,5% dan dampak yang akan ditimbulkan dari adanya penyesuaian Tarif Dasar Listrik (TTL) adalah sekitar 0,3 hingga 0,5% terhadap prediksi inflasi. Dengan demikian, kemungkinan inflasi Indonesia pada akhir 2013 bisa berkisar pada angka 4,8- 5% atau maksimal 5,5%.

"Kebijakan untuk melakukan  penyesuaian pada TDL di tahun 2013 adalah saat yang tepat karena secara inflasi tidak terlalu berdampak terhadap masyarakat, terutama dalam hal kemampuan beli/bayar. Diprediksi inflasi nasional mencapai 5% atau paling tinggi 5,5%, jauh lebih baik dibandingkan jika angka inflasi berada di angka 8%,” kata Aviliani pada saat acara Coffee Morning yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu (9/1). 

Pemerintah saat ini membutuhkan dana untuk mempercepat pembangunan infrastruktur nasional melalui Program MP3I. Oleh karena itu, subsidi energi, termasuk subsidi listrik perlu untuk dikurangi secara bertahap agar dapat digunakan Pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur" jelas Aviliani.

Butuh Investasi

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko Perusahaan Listrik Negara (PLN) Murtaqi Syamsuddin menyebutkan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia sangat tinggi. Pada 2012, pertumbuhan mencapai 9.97% dari target 7%, sehingga realisasinya di atas target.

"Dengan pertumbuhan sebesar itu diperlukan tambahan pembangkit sekitar 4500 MW per tahun. Untuk membangun pembangkit dan infrastruktur pendukungnya sebesar itu diperlukan dan investasi sekitar Rp80 triliun per tahun. Sementara itu, kemampuan PLN untuk investasi dengan kondisi model bisnis dan kondisi keuangan PLN seperti sekarang ini hanya sekitar Rp 45 - 50 triliun" ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah dan PLN mendorong partisipasi swasta untuk masuk dan berinvestasi di sub sektor ketenagalistrikan. Diperlukan suasana yang kondusif untuk menarik investor ke sub sektor ketenagalistrikan. “Kenaikan tarif dan pengurangan subsidi adalah salah satu cara membuat suasana investasi menjadi kondusif untuk menarik investor," terang Murtaqi.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Satya Zulfanitra menyampaikan bahwa penyesuaian tarif tenaga listrik kali ini tidak mengikut sertakan pelanggan kecil. Pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak mengalami penyesuaian tarif.

Di samping itu, terdapat empat golongan pelanggan yang secara bertahap diterapkan tarif keekonomian sehingga pada akhir 2013 tidak lagi memperoleh subsidi, yaitu Pelanggan Rumah Tangga Besar (R-3, daya 6.600 VA ke atas), Pelanggan Bisnis Menengah (B-2, daya 6.600 VA s.d 200 kVA), Pelanggan Bisnis Besar (B-3, daya diatas 200 kVA), dan Pelanggan Kantor Pemerintah sedang (P-1, daya  6.600 VA s.d 200kVA)

 

BERITA TERKAIT

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…