Bappenas: Empat Cara Turunkan Pengangguran

NERACA

Jakarta - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan bahwa terdapat empat cara untuk menurunkan pengangguran.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan target pemerintah untuk menurunkan pengangguran sebanyak 750 ribu sampai satu juta orang pada 2013. Target tersebut adalah netto, yaitu hasil pengurangan kesempatan kerja yang ada dengan angkatan kerja baru.

“Pertama, kita harus cari sektor-sektor baru,” kata Lukita, Kamis (6/12).

Dengan berkembangnya sektor pariwisata di daerah, maka multiplyer effect-nya akan banyak. Hotel-hotel dan penginapan akan bertumbuh. Restoran-restoran juga meningkat. Sampai sektor non-formal seperti kaki lima juga ikut berkembang.

Kedua adalah dengan meningkatkan gairah investasi. “Terutama PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu),” kata Lukita.

Investasi untuk sektor infrastruktur dianggap paling penting untuk menumbuhkan perekonomian dan secara tidak langsung turut menurunkan pengangguran.

“Kalau ada isu masalah tanah, perizinan, itu bisa kita selesaikan sehingga pro infrastruktur itu bisa kita jalankan. Di masing-masing koridor akan kita identifikasi, mana proyek-proyek yang harus kita kawal,” jelas dia.

Pemangkasan Waktu Perizinan

Terkait investasi, Bappenas sangat setuju dengan Kementerian Dalam Negeri yang ingin memangkas waktu perizinan untuk memulai investasi dari 17 hari menjadi 10 hari.

“Yang penting adalah menyatukan satu atap, satu kantor,” kata Lukita. Memang sudah ada beberapa daerah yang sudah lebih cepat dari itu, tetapi belum banyak. Penargetan seperti yang dilakukan Kemendagri adalah sesuatu yang positif.

Kalau sudah dalam satu kantor dan ada target, pengurangan waktu perizinan investasi bisa dilakukan. Tentu saja, kata dia, akan lebih bagus lagi kalau ada reward and punishment. “Bentuknya kita belum tahu. Pusat dan daerah tidak akan dibedakan, sama-sama ada reward and punishment. Tapi sedang kita pikirkan bentuknya seperti apa,” kata Lukita.

Cara ketiga, setelah mencari sektor baru dan meningkatkan gairah investasi adalah dengan mengutamakan industri-industri padat karya. “Misalnya garmen, tekstil lainnya, dan food and beverage,” kata Lukita.

Industri properti juga baru dan sedang berkembang, selain besi baja dan petrokimia. “Petrokimia ini kan banyak menyerap tenaga kerja juga,” kata dia.

Keempat, yang perlu dilakukan adalah mendorong infrastruktur. “Jalan dan irigasi akan mendukung penciptaan tenaga kerja,” ujar Lukita. Dengan adanya jalan, industri akan lebih mudah berkembang. Ujung-ujungnya adalah membuka lapangan kerja baru.

 

BERITA TERKAIT

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…