Lagi, Sentimen The Fed Bawa IHSG Menguat

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/7) sore ditutup menguat seiring pernyataan dovish (lunak) dari Ketua The Fed Jerome Powell di depan Komite Perbankan DPD (Senate) Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup menguat 17,24 poin atau 0,24 persen ke posisi 7.287,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,91 poin atau 0,32 persen ke posisi 912,32.“Ekspektasi penurunan suku bunga masih tetap terjaga utuh menyusul pernyataan dovish (lunak) ketua bank sentral AS The Fed Jerome Powell di depan Komite Perbankan DPD (Senate) AS," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

Jerome Powell memberikan indikasi bahwa The Fed semakin dekat untuk merasa nyaman mengenai pemangkasan suku bunga, setelah melihat bukti penurunan inflasi. Powell mencatat bahwa data inflasi di kuartal I-2024 gagal menambah rasa percaya para pejabat tinggi The Fed bahwa lonjakan inflasi sudah mulai terkendali.

Powell juga mengekspresikan kekhawatiran bahwa menahan suku bunga di tingkat yang terlalu tinggi untuk periode waktu yang terlalu lama dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, Powell tidak memberikan indikasi jelas mengenai kapan Federal Reserve mungkin akan melakukan penurunan suku bunga pertama.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat dipimpin oleh sektor industri yang naik sebesar 0,52%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan yang masing-masing naik sebesar 0,45% dan 0,38%.

Sedangkan, lima sektor turun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 0,71%, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun sebesar 0,31% dan 0,71%. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LABS, OILS, TRUK, GUNA dan ISEA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MKAP, GOLF, BLES, IBOS dan BUKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.096.463 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,61 miliar lembar saham senilai Rp8,95 triliun. Sebanyak 262 saham naik 268 saham menurun, dan 259 tidak bergerak nilainya. 

 

 

BERITA TERKAIT

Bank BCA Raup Laba Bersih Rp26,9 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2024, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak usaha membukukan pertumbuhan laba bersih…

Laba Bersih Eastparc Hotel Terkoreksi 9,58%

NERACA Jakarta – Emiten perhotelan, PT Eastparc Hotel  Tbk (EAST) membukukan laba di semester pertama 2024 sebesar Rp15,42 miliar (Rp3,74…

Transformasi Digital Keharusan di Industri Asuransi

Di era digital saat ini, pelaku industri asuransi dituntut bisa beradaptasi mengambil peluang pertumbuhan bisnis dan menjawab tantangan untuk memberikan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank BCA Raup Laba Bersih Rp26,9 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2024, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak usaha membukukan pertumbuhan laba bersih…

Laba Bersih Eastparc Hotel Terkoreksi 9,58%

NERACA Jakarta – Emiten perhotelan, PT Eastparc Hotel  Tbk (EAST) membukukan laba di semester pertama 2024 sebesar Rp15,42 miliar (Rp3,74…

Transformasi Digital Keharusan di Industri Asuransi

Di era digital saat ini, pelaku industri asuransi dituntut bisa beradaptasi mengambil peluang pertumbuhan bisnis dan menjawab tantangan untuk memberikan…