Warga Lebak Kembali Terima Bantuan Program Pangan

Warga Lebak Kembali Terima Bantuan Program Pangan  
NERACA
Rangkasbitung - Masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menerima bantuan program pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
 
"Kami sebelumnya juga menerima bantuan program pangan beras sebanyak 10 kilogram, sehingga dapat meringankan beban ekonomi keluarga," kata Maryati (35) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (7/7).
 
Pendistribusian program pangan itu dilakukan sejak Januari hingga Juli 2024, sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan keluarga.
 
Bahkan, dia sama sekali tidak membeli beras di pasar, karena konsumsi pangan keluarga telah tercukupi dengan bantuan tersebut.
"Kami sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pangan keluarga dengan satu anak dan suami dari program pangan itu," kata Maryati saat ditemui di Kantor Kelurahan MC Timur Rangkasbitung.
 
Begitu juga warga lainnya, Eha (55) warga Cibadak Kabupaten Lebak merasa bersyukur sudah dua tahun ini menerima program pangan beras sebanyak 10 kilogram, sehingga terpenuhi kebutuhan konsumsi pangan keluarga.
 
Saat ini dia juga tidak membeli beras di pasar dengan harga kisaran antara Rp11 ribu sampai Rp13 ribu per kilogram, karena penyaluran beras dari program pangan itu mencukupi untuk konsumsi keluarga dengan satu anak.
 
"Kami sangat terbantu dengan adanya program pangan itu, karena saya sehari-hari hanya buruh mencuci," kata Eha.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Benu Dwiyana mengatakan masyarakat miskin yang mendapatkan bantuan program pangan sebanyak 10 kilogram beras dari Bapanas itu tercatat 171.127 keluarga penerima manfaat (KPM).
 
"Mereka mendapatkan dan mengambil beras sebanyak 10 kilogram di masing-masing desa dan kelurahan setempat," ujarnya.
 
Menurut dia, kualitas beras yang didistribusikan selama ini relatif bagus sehingga tidak ada komplain dari penerima program pangan.
 
Selama ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang mengalami kelaparan maupun kesulitan pangan.
"Semua warga yang menerima bantuan program pangan itu adalah warga miskin," katanya. Ant

 

 

NERACA

Rangkasbitung - Masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menerima bantuan program pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Kami sebelumnya juga menerima bantuan program pangan beras sebanyak 10 kilogram, sehingga dapat meringankan beban ekonomi keluarga," kata Maryati (35) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (7/7).

Pendistribusian program pangan itu dilakukan sejak Januari hingga Juli 2024, sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan keluarga.

Bahkan, dia sama sekali tidak membeli beras di pasar, karena konsumsi pangan keluarga telah tercukupi dengan bantuan tersebut.

"Kami sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pangan keluarga dengan satu anak dan suami dari program pangan itu," kata Maryati saat ditemui di Kantor Kelurahan MC Timur Rangkasbitung.

Begitu juga warga lainnya, Eha (55) warga Cibadak Kabupaten Lebak merasa bersyukur sudah dua tahun ini menerima program pangan beras sebanyak 10 kilogram, sehingga terpenuhi kebutuhan konsumsi pangan keluarga.

Saat ini dia juga tidak membeli beras di pasar dengan harga kisaran antara Rp11 ribu sampai Rp13 ribu per kilogram, karena penyaluran beras dari program pangan itu mencukupi untuk konsumsi keluarga dengan satu anak.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program pangan itu, karena saya sehari-hari hanya buruh mencuci," kata Eha.

Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Benu Dwiyana mengatakan masyarakat miskin yang mendapatkan bantuan program pangan sebanyak 10 kilogram beras dari Bapanas itu tercatat 171.127 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Mereka mendapatkan dan mengambil beras sebanyak 10 kilogram di masing-masing desa dan kelurahan setempat," ujarnya.

Menurut dia, kualitas beras yang didistribusikan selama ini relatif bagus sehingga tidak ada komplain dari penerima program pangan.

Selama ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang mengalami kelaparan maupun kesulitan pangan.

"Semua warga yang menerima bantuan program pangan itu adalah warga miskin," katanya. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Bagian 2 - Transgender - Kebhinekaan Bukti Kebesaran Tuhan, Maka Hargailah Mereka

NERACA Kuningan -  Yayan Heryanto, S.Si., salah seorang pemuka agama Kristiani yang juga budayawan menganggap semua manusia adalah manusia, termasuk…

Nasabah PNM Mekaar Sulap Pare Jadi Camilan Unik

NERACA Jakarta - Nasabah binaan PNM Mekaar Yulianti memiliki cerita menarik dalam menjalankan bisnis cemilan unik. Produk usaha yang ditawarkannya…

PNM Gandeng BRIDS Siapkan Karyawan Masuk Pasar Modal - Sinergi BRI Group:

NERACA Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melakukan sinergi strategis untuk mempersiapkan karyawan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Bagian 2 - Transgender - Kebhinekaan Bukti Kebesaran Tuhan, Maka Hargailah Mereka

NERACA Kuningan -  Yayan Heryanto, S.Si., salah seorang pemuka agama Kristiani yang juga budayawan menganggap semua manusia adalah manusia, termasuk…

Nasabah PNM Mekaar Sulap Pare Jadi Camilan Unik

NERACA Jakarta - Nasabah binaan PNM Mekaar Yulianti memiliki cerita menarik dalam menjalankan bisnis cemilan unik. Produk usaha yang ditawarkannya…

PNM Gandeng BRIDS Siapkan Karyawan Masuk Pasar Modal - Sinergi BRI Group:

NERACA Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melakukan sinergi strategis untuk mempersiapkan karyawan…