NERACA
Jakarta – Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi perkembangan saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) atau unusual Market Activity (UMA).“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),”kata Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Menurut Yulianto, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 5 Juli 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek. Dirinya meminta kepada investor untuk memperhatikan jawaban manajemen NFC Indonesia Tbk (NFCX) atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga tersebut.
Kemudian para investor juga diminta untuk mencermati kinerja perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi. Selain itu, Yulianto pun berharap investor agar mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.
Bahkan investor juga perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi atas saham tersebut di atas.“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tegas Yulianto.
Sebagai informasi, tahun ini NFCX menargetkan kinerja keuangan meningkat dua kali lipat. Stanley Tjiandra, Group Head Corporate Finance NFCX pernah biang bahwa strategi yang dikenal sebagai "fly to quality" akan digunakan untuk mencapai target ini. Strategi tersebut melibatkan kolaborasi dengan perusahaan lain, fokus pada bisnis yang sudah ada, serta pengembangan bisnis hijau dan periklanan berbasis awan (digital cloud advertising)."Strategi kita tahun ini adalah kembali pada inti bisnis. Ada dua faktor pertumbuhan utama yang dijadikan andalan, yaitu energi bersih dan platform iklan digital berbasis cloud," papar Stanley.
Di segmen bisnis energi bersih, NFCX berencana fokus pada pengembangan desain baru untuk motor listrik Volta. Saat ini, hanya tersedia tiga desain, dan targetnya adalah memiliki total sembilan desain motor listrik pada akhir tahun 2024. NFCX mencatat kenaikan populasi motor listrik Volta hingga 92% YoY, dari 9.405 unit pada kuartal I tahun 2023, menjadi 18.079 unit pada kuartal I tahun 2024. Lalu, peningkatan penukaran baterai terjadi 6% YoY.
Tahun ini, NFCX juga akan memperluas distribusi motor listrik dan pusat pengisian baterai ke kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Bali, selain Jakarta.
Dibalik pertumbuhan laba tahun 2024, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga membukukan total portofolio berkelanjutan mencapai Rp293 triliun atau…
NERACA Jakarta – Di tahun 2024, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan kinerja positif dengan perolehan laba…
NERACA Jakarta-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (6/2) sore ditutup melemah di tengah penguatan bursa…
Dibalik pertumbuhan laba tahun 2024, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga membukukan total portofolio berkelanjutan mencapai Rp293 triliun atau…
NERACA Jakarta – Di tahun 2024, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan kinerja positif dengan perolehan laba…
NERACA Jakarta-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (6/2) sore ditutup melemah di tengah penguatan bursa…