PT BBM Disidak BPJS dan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi - Buruh Meninggal, Perusahaan Wajib Bayar Santunan

NERACA

Sukabumi – Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) lakukan inspeksi mendadak (sidak) PT Batu Bukit Mustika (PT BBM) yang berada di Desa Padabenghar, Kecamatan Jampang Tengah.

Sidak itu dilakukan setelah BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertrans mendapatkan laporan adanya salah seorang buruh di perusahaan yang bergerak di sektor pengelolaan batu kapur itu meninggal saat bekerja.

“Sidak kami lakukan pada Minggu (09/06/2024). Hal ini perlu kami lakukan untuk mengetahui ahli waris korban kecelakaan kerja mendapatkan hak-haknya,” terang Oki Widya Gandha, Rabu (12/06/2024).

Oki menjelaskan ahli waris berhak menuntut perusahaan, hak santunan sesuai perudang-undangan yang berlaku dan mendapatkan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan. “Ya karena itu hak ahli waris, dapat melaporkan pengawas tenaga kerja ke keperusahaan tempat korban bekerja,” tandas Oki.

Santunan, tambah dia, kewajiban perusahaan untuk memberikan kepada ahli waris sesuai perhitungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai PP 44 Tahun 2015 Tentang penyelenggaraan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Saya sudah menginstruksikan Kepala Bidang, turun bersama Dinas Tenaga Kerja keperusahaan tersebut untuk menghitung hak dan mewajibkan perusahaan tersebut daftar BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Oki menegaskan rincian gaji yang harus diberikan pihak perusahaan mininal UMK Rp. 3.384.000 x 48 bln = Rp162.132.000,- Biaya pemakaman Rp. 3.000.000 ,- Santunan berkala 4,8 juta, total Rp169.932.000 belum lagi putra korban ada 2 orang diberi biaya bea siswa dari Taman Kanan kanak (TK) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT).

Dengan kejadian ini, tambah Oki, pihaknya mengimbau agar seluruh perusahaan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi yang berbadan hukum mendaftarkan seluruh pekerja ke dalam program BPJS.

“Sifatnya wajib. Hal ini untuk menghindari resiko sosial ekonomi yang gerjadi pada karyawannya seperti Kecelakaan kerja, kematian, hari tua, bahkan pensiun yang menjadi beban perusahaan dialihkan dan ditanggung oleh negara melalui BPJS ketenagakerjaan,” lanjutnya.

Diterima informasi, Usman (21) warga Kampung Neglasari, RT. 007 RW 007, Desa Gunungsunghing, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi tewas mengenaskan akibat kecelakaan kerja, Usman mengalami kecelakaan pada saat membersihkan mesin briket mikser penghalus batu bara. (Ron)

 

 

BERITA TERKAIT

Presiden Jokowi Buka IPPP ke-2 di Jakarta: Perkuat Kerja Sama Parlemen di Kawasan Pasifik

  NERACA Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi membuka acara Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 di Jakarta…

Tour De Linggarjati Kembali Akan Digelar

NERACA Kuningan – Perhelatan akbar olahraga bersepeda tingkat internasional dan merupakan bagian dari Calendar of Event Kabupaten Kuningan Tor De…

Pembukaan IPPP Buktikan Kepercayaan Internasional Kepada Indonesia

NERACA Jakarta – Pembukaan Sidang Kedua Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership atau IPPP pada 24-26 Juli 2024 menjadi sinyal kuat kepercayaan dunia…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Presiden Jokowi Buka IPPP ke-2 di Jakarta: Perkuat Kerja Sama Parlemen di Kawasan Pasifik

  NERACA Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi membuka acara Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 di Jakarta…

Tour De Linggarjati Kembali Akan Digelar

NERACA Kuningan – Perhelatan akbar olahraga bersepeda tingkat internasional dan merupakan bagian dari Calendar of Event Kabupaten Kuningan Tor De…

Pembukaan IPPP Buktikan Kepercayaan Internasional Kepada Indonesia

NERACA Jakarta – Pembukaan Sidang Kedua Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership atau IPPP pada 24-26 Juli 2024 menjadi sinyal kuat kepercayaan dunia…