Dana CSR BII Bantu Rehabilitasi Merapi

NERACA

Magelang – PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) menyelesaikan program rehabilitasi Gunung Merapi. .  ”Melalui Program Rehabilitasi Merapi, BII melakukan program rehabilitasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu sehingga dapat berdampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi,” kata Presiden Direktur BII Dato Khairussaleh Ramli secara simbolis melakukan serah terima penyelesaian program kepada Bruder Theodorus, Penanggung Jawab Utama Van Lith Peduli di Magelang.

Dengan ketersediaan air bersih, kata Khairussaleh, didukung penghijauan untuk mengoptimalkan fungsi akar pohon dalam menangkap air. Karena itulah  BII melengkapinya dengan menyerahkan peralatan pendukung produksi pertanian untuk mengolah hasil pertanian warga, terdiri dari traktor, mesin penggilling jagung, mesin perontok padi, mesin pencacah rumput, dan pompa air yang dapat dimanfaatkan oleh ketujuh dusun di bawah koordinasi Tim Van Lith Peduli.

Lebih jauh kata Khairussaleh, BII menyelesaikan pembangunan dan revitalisasi infrastruktur air bersih di tujuh dusun di Muntilan meliputi Dusun Grogol, Pucanganom, Dadapan, Semen, Tempel, Gendelan, dan  Trayem dimana air bersih nantinya dapat dimanfaatkan oleh lebih dari 1.360 warga. 

Di bawah Program Rehabilitasi Merapi pada tahun sebelumnya BII juga membangun infrastruktur air bersih yang dapat dimanfaatkan lebih dari 450 warga di 3 (tiga) dusun di Kecamatan Muntilan, mencakup Badung, Sempon dan Wates. 

BII juga melakukan perbaikan saluran irigasi dan prasarana jalan di beberapa dusun di Magelang, penghijauan di kawasan pertanian serta menyerahkan bantuan alat komunikasi untuk mendukung pelaksanaan tanggap bencana kepada relawan Kompag Merapi.  ”Program rehabilitasi sejalan dengan misi perusahaan, Humanizing Financial Service, untuk selalu berada di hati masyarakat, khususnya di bidang lingkungan dan kemasyarakatan,” pungkasnya. **rin

 

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…