BNI Layani "Autodebet" Premi Prudential

NERACA

Jakarta--PT Bank Negara Indonesia (Persero) dan Prudential Indonesia menandatangani kerja sama pembayaran premi asuransi menggunakan fasilitas "autodebet" BNI. "Dengan kerja sama ini maka kamu berharapkan kedua perusahaan makin bersinergi dan berkembang dalam memberikan layanan dan jasa bagi masyarakat," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto, di Jakarta, Rabu.

Perjanjian kerja sama tersebut memungkinkan pemegang polis Prudential Indonesia untuk melakukan pembayaran premi melalui fasilitas "autodebet". "Jika selama ini mekanisme pembayaran premi melalu autodebet dilakukan atas permintaan nasabah melalui BNI Call, maka atas kerja sama ini nasabah tinggal mengisi formulir untuk secara rutin melakukan pembayaran preminya," tambahnya

Melalui kerja sama itu, Darmadi juga menyatakan komitmen BNI untuk memberikan layanan terbaik dalam melayani 1,4 juta nasabah Prudential Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Prudential Indonesia, Wiliam Kuan, menyatakan bahwa penyediaan ragam fasilitas yang memudahkan dan memberi kenyamanan nasabah Prudential dalam bertransaksi merupakan prioritas yang akan terus dikembangkan. "Kerja sama dengan BNI ini menjadi sebuah langkah baik dalam memperluas akses terhadap fasilitas pembayaran premi bagi para nasabah kami," katanya.

Sebelumnya BNI dan Prudential Indonesia telah melakukan kerja sama berupa transaksi pembayaran premi asuransi melalui ATM BNI yang terjalin sejak 2009. Ke depannya, BNI juga akan memperluas layanan pembayaran premi nasabah Prudential Indonesia melalui fasilitas "mobile banking", "internet banking", serta layanan telepon "phone plus". PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, grup jasa keuangan asal Inggris dengan pengalan 160 tahun di seluruh dunia. **ria

 

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…