Diskatan Kuningan: Pupuk Murah Bantu Petani Optimalkan Masa Tanam

NERACA

Kuningan - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menyatakan program pupuk murah yang diselenggarakan PT Pupuk Indonesia sudah membantu petani dalam mengoptimalkan masa tanam perdana pada 2024.

“Program ini sebagai upaya pemerintah dalam memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas,” kata Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah saat dikonfirmasi, di Kuningan, Rabu (7/2).

Ia menjelaskan dalam program ini disediakan sebanyak 5.000 kupon diskon, sehingga petani di Kuningan dapat menebus pupuk nonsubsidi dengan harga lebih terjangkau.

Menurut dia, penebusan pupuk nonsubsidi untuk merek Urea Nitrea dan NPK Phonska Plus seberat 25 kilogram harganya hanya Rp250 ribu per dua sak atau lebih rendah dari nilai pasaran yang mencapai Rp450 ribu.

“Dengan program ini untuk pupuk nonsubsidi itu ada diskon sebesar 40 persen,” ujarnya.

Dengan suplai pupuk murah itu, kata dia lagi, petani akhirnya bisa menggunakannya tepat waktu supaya memperoleh hasil panen yang lebih tinggi nanti.

Wahyu menyebut pelaksanaan program ini telah dilakukan pada Selasa (6/2) kemarin, dengan Kuningan menjadi daerah ke-34 dari 42 kabupaten dan kota yang menjadi sasaran pupuk murah.

Ia menilai program tersebut merupakan bukti pemerintah hadir bagi petani, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kuningan.

“Kuningan memiliki komoditas budi daya khas yaitu ubi jalar. Ubi jalar tidak termasuk ke dalam komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya pula.

Wahyu berharap para petani di Kuningan harus memanfaatkan program ini sebaik mungkin, agar tujuan percepatan musim tanam kali ini bisa terlaksana.

“Manfaatkan program ini sebaik mungkin. Selain itu juga penebusan untuk pupuk subsidi saat ini cukup dengan KTP,” ujar dia. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

NERACA Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI untuk menggunakan hak angket lembaga negara ini, guna…

Luncurkan Fintech Media Toolkit, Amartha dan CELIOS Dorong Impact Investing

NERACA Jakarta - Merujuk data Bank Dunia, sekitar 97,74 juta orang dewasa di Indonesia masuk kategori unbanked. Ini artinya setara…

Ketiga Kalinya Togap Marpaung Melawan Presiden RI di MA Permohonan HUM Perpres 54/2018 Terkait Pencegahan Korupsi

Oleh: Togap Marpaung (insan pengawas nuklir, dipaksa pensiun)  Permohonan hak uji materiil  (HUM) ketiga ke Mahkamah Agung merupakan rangkaian HUM…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Luncurkan Fintech Media Toolkit, Amartha dan CELIOS Dorong Impact Investing

NERACA Jakarta - Merujuk data Bank Dunia, sekitar 97,74 juta orang dewasa di Indonesia masuk kategori unbanked. Ini artinya setara…

Ketiga Kalinya Togap Marpaung Melawan Presiden RI di MA Permohonan HUM Perpres 54/2018 Terkait Pencegahan Korupsi

Oleh: Togap Marpaung (insan pengawas nuklir, dipaksa pensiun)  Permohonan hak uji materiil  (HUM) ketiga ke Mahkamah Agung merupakan rangkaian HUM…

Sambut Ramadan PNM Peduli Gelar Santunan Anak Yatim Serentak di Seluruh Cabang di Indonesia

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk rasa syukur menyambut bulan Ramadan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli hari…