Sistem PSAIM Pastikan Kegiatan Migas Aman

NERACA

Jakarta – Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, ementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Mirza Mahendra mengungkapkan bahwa peran aktif dari seluruh pihak yang bergerak dalam usaha migas sangat diperlukan untuk mewujudkan budaya keselamatan migas. Sehingga empat aspek keselamatan migas yang terdiri dari keselamatan pekerja, keselamatan instalasi peralatan, keselamatan lingkungan, dan keselamatan umum dalam kegiatan operasi migas dapat dilaksanakan dengan baik.


"Dari empat aspek tersebut, terdapat keselamatan instalasi peralatan, yang salah satu substansinya adalah PSAIM system. Dengan penerapan PSAIM, menjadi salah satu kunci keberhasilan kepala teknik migas untuk memastikan kegiatan operasi yang aman, andal, dan akrab lingkungan," ujar Mirza.

Melalui penerapan PSAIM, sambung Mirza, akan memberikan pondasi yang kokoh dengan cara yang terstruktur dan terukur dalam menghadapi tantangan ketidakpastian dan operasional yang kompleks di industri migas.

"Safety Management dan Asset Integrity tidak bisa dipandang hanya sekedar tanggung jawab perusahaan atau manajemen operasional. Dalam era yang terus berkembang dengan cepat ini, ketidakpastian dan kompleksitas operasional semakin menjadi tantangan," tuturnya.

Dalam PSAIM, memuat keypoint seperti identifikasi risiko, manajemen perubahan, evaluasi kinerja, pelatihan, inspeksi, pemeliharaan, tanggap darurat, dan pengukuran kinerja. Seluruh elemen tersebut saling terkait dan membentuk pondasi keselamatan dan keberlanjutan yang sejalan dengan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas.

Selain itu, Mirza mengatakan implementasi PSAIM dalam industri migas di Indonesia menjadi sangat penting karena terkait dengan penuaan Instalasi, risiko-risiko keselamatan, dan keberlanjutan operasional. Terlebih, industri migas Indonesia seringkali memiliki fasilitas yang telah beroperasi selama beberapa dekade.

"Oleh karena itu, asset integrity tersebut harus dipastikan masih handal, masih layak, dan tidak terjadi potensi bahaya yang dapat membahayakan dari para pekerja serta operasi dari kegiatan usaha minyak dan gas bumi," jelas Mirza.

Terkait dengan migas, pemerintah kini merintis gagasan baru. Menimbang risiko tinggi produksi minyak dan gas (migas), fiskal dibenahi, skema gross split disempurnakan. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas bakal dapat pembagian hasil (split) lebih besar.  

"Makin tinggi risikonya kita berikan split lebih besar. Untuk minyak, mulai dari 80 (persen) turun hingga 50 kontraktor, 50 pemerintah," jelas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji.

Tak cukup di situ, opsi peralihan stratus kontrak bagi KKKS dibuka lebar. Dari Gross Split ke PSC Cost Recovery. Intinya, memberi kebebasan terhadap pilihan terbaik untuk adposi skema kontrak. Penerapan ini lantaran beberapa lapangan migas dengan pemberian split penuh (100%) tidak ekonomis. Payung regulasi pun tengah disiapkan. Paramater pemberian split akan banyak dipangkas.

"Kita akan keluarkan mudah-mudahan kalau gak bulan (Januari) ini di bulan depan, Peraturan Menteri (Permen) ESDM baru tentang gross split," ungkap Tutuka.

Kehadiran beleid anyar ini menonjolkan fleksibilitas. Bahkan bisa memfasilitasi pengembangan blok migas non konvensional. Apalagi, umumnya KKKS enggan implementasi cost recovery. "Simplified gross split itu seperti tax royalti, ini kan belum ada di Indonesia," tambah Tutuka.

Selain perbaikan fiskal, banyak success story di sektor hulu migas di tahun 2023. Mulai dari peningkatan pengeboran 38 sumur ekplorasi tajak dengan rasio sukses 54%, pengembangan 799 sumur, naiknya besaran nilai investasi hingga USD0,9 miliar, agresivitas eksplorasi di laut dalam, sampai penemuan big-fish giant discovery . "Kalau di atas 500 juta adalah giant discovery. Kita mendorong KKKS bergeser ke sumur yang potensi candangannya besar," tambah Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Langka-langkah di atas mampu menembus 123,5% Rasio Penggantian Cadangan atau Reserve Replacement Ratio (RRR) di tahun 2023. Capaian ini dipastikan menambah umur cadangan migas. Mengomparasi cadangan baru dengan cadangan migas yang sudah diambil. Ini bukti bahwa cadangan migas di Indonesia terklasifikasi aman. "Kalau kita pertahankan terus di atas 100 terus, cadangan (migas) akan tambah," jelas Dwi.

Lebih lanjut, saat ini Indonesia tengah mengincar eksplorasi cekungan migas, terutama untuk lima wilayah eksplorasi di wilayah timur, antara lain Warim, Timor, Buton, Seram, dan Aru.

 

 




 

BERITA TERKAIT

Industri Kecil Dilatih Gunakan Bahan Baku Halal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) proaktif untuk memfasilitasi pelaku industri kecil untuk mendapatkan sertifikasi halal sehingga produknya dapat berdaya…

Komit, Produksi Migas Ditingkatkan dan Stabilkan Pasokan BBM

NERACA Bojonegoro – Di tengah ketersediaan cadangan minyak bumi yang terbatas dan situasi global yang belum stabil, Pemerintah terus berupaya…

Pembangunan Sistem Manajemen Energi di Sektor Industri Terus Didukung

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia dapat menerapkan prinsip industri hijau dalam proses produksinya.…

BERITA LAINNYA DI Industri

Industri Kecil Dilatih Gunakan Bahan Baku Halal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) proaktif untuk memfasilitasi pelaku industri kecil untuk mendapatkan sertifikasi halal sehingga produknya dapat berdaya…

Komit, Produksi Migas Ditingkatkan dan Stabilkan Pasokan BBM

NERACA Bojonegoro – Di tengah ketersediaan cadangan minyak bumi yang terbatas dan situasi global yang belum stabil, Pemerintah terus berupaya…

Pembangunan Sistem Manajemen Energi di Sektor Industri Terus Didukung

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia dapat menerapkan prinsip industri hijau dalam proses produksinya.…