Pembiayaan Syariah Didominasi Real Estate

NERACA

Solo--- Bank Indonesia Perwakilan Solo mengakui kredit atau pembiayaan perbankan syariah di wilayah eks Karesidenan Surakarta didominasi sektor real estate dan persewaan selama Juli 2012. “Besarnya mencapai Rp457,5 miliar dari total pembiayaan yang dikucurkan perbankan syariah sebesar Rp2,1 triliun,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Suryono di Solo, Kamis (20/9)

Menurut Suyono, pembiayaan perbankan syariah ini dibanding Desember 2011, maka pembiayaan sektor real estate terjadi peningkatan untuk Juli 2012. Terjadi peningkatan yang cukup baik. "Meningkat sebesar Rp7,6 miliar atau tumbuh 1,72 %," ungkapnya.

Dominasi kedua, menurut Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, pada sektor perdagangan besar dan eceran. Untuk Juli 2012 terdata sebesar Rp284.413.000.000. "Tumbuh sebesar 7,97% dibanding Desember 2011 yang menunjukkan angka sebesar Rp263, 4 miliar,” jelasnya.

Sedangkan sektor jasa kemasyarakatan berada pada peringkat ketiga. Menurut Suryono, pada Juli 2012 yang dikucurkan perbankan syariah mencapai Rp239 miliaratau tumbuh 420,36 % dibanding Desember 2011 yang besarnya hanya Rp46 miliar.

Suryono mengatakan pembiayaan yang dikucurkan oleh perbankan syariah di seluruh wilayah eks karesidenan Surakarta selama Juli 2012 untuk sektor ekonomi mengalami pertumbuhan sebesar 6,26 % dibanding Desember 2011.      **cahyo

 

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…