Sampai Juli 2012 - Transaksi Remitansi Mandiri di Hong Kong Capai US$ 2 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk cabang Hong Kong mencatatkan transaksi remitansi sebesar US$ 2 miliar per Juli 2012. Jumlah ini meningkat sekitar 155% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Bank Mandiri memang menerapkan berbagai strategi untuk memperkuat bisnis remitansi di Hong Kong, diantaranya melalui pengembangan sistem remitansi untuk memenuhi kebutuhan koresponden remitansi ke Indonesia .

“Selama tahun 2011, pengiriman uang yang dilakukan para pekerja migran Indonesia mencapai lebih dari Rp140 miliar. Sehingga kami mengembangkan sistem dan memperkuat kantor layanan untuk mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi pada tahun ini dan masa-masa mendatang,” ujar Sentot A. Sentausa, Direktur Risk Management PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dalam keterangan persnya kemarin.

Frekuensi transaksi remitansi melalui Bank Mandiri Hong Kong hingga Juni 2012 mencapai lebih dari 20 ribu transaksi. Pengiriman uang yang dilakukan pekerja migran Indonesia di Hong Kong tersebut dilakukan melalui kantor remitansi Bank Mandiri Hong Kong yang terletak di Keswick Street Causewaybay. 

Berdasarkan catatan Bank Mandiri Hong Kong, sebesar 52% dari total pengiriman uang yang dilakukan melalui Bank Mandiri Hong Kong ditujukan ke propinsi Jawa Timur, sebesar 38% ke Propinsi Jawa Tengah, dan sisanya dikirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Bank Mandiri Hong Kong sendiri merupakan salah satu kantor cabang luar negeri dari 7 kantor cabang luar negeri Bank Mandiri yang berkembang bersama para pengusaha Indonesia yang mengembangkan bisnisnya di Hong Kong dan sekitarnya, serta para pengusaha Hong Kong yang bermitra dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Bank Mandiri Hong Kong sampai Juli 2012, mencatatkan pertumbuhan kredit hingga 170% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2011 dengan tetap menjaga kualitas kredit, yang ditunjukkan dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 0%. Sedangkan transaksi trade finance Bank Mandiri Hong Kong hingga Juli 2012 mencapai USD 290 juta.

Sedangkan untuk Bank Mandiri secara keseluruhan, perseroan ini membukukan US$9,7 miliar dari transaksi remitansi hingga Agustus 2012. Ini naik 37% dari bulan sebelumnya. “Dari sisi item atau frekuensi transaksi, terjadi kenaikan 22% dari bulan Juli,” jelas Royke Tumilaar, Direktur Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, kepada wartawan kemarin di Jakarta.

Sebagai informasi, Bank Mandiri juga turut serta dalam acara yang diadakan Kementerian BUMN, yaitu Indonesia Investor Day, yang digelar di kantor BNI dan Bank Mandiri cabang Hong Kong pada 30-31 Agustus 2012 lalu. Ada enam perusahaan BUMN lain, selain Bank Mandiri, yang juga berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu BNI, BRI, PGN, Semen Gresik, Telkom dan Pegadaian.

Acara ini dihadiri lebih dari 50 investor papan atas Hong Kong dengan perkiraan nilai asset under management (AUM) lebih dari US$210 miliar. Dan acara ini diadakan dalam rangka mendorong masuknya investasi ke Indonesia dari para investor di luar negeri (khususnya Hong Kong), sehingga mampu meningkatkan perekonomian nasional, serta dapat menjadikan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah perekonomian internasional.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…