Mendesain Villa dengan Konsep Rumah Hijau

NERACA

Saat mendengar kata villa, yang terbayang adalah sebuah bangunan atau rumah yang ada di daerah perbukitan atau di daerah pegunungan dengan udara yang sejuk dan asri. Dalam bahasa Inggris sendiri villa berarti sebuah rumah indah yang berada diluar kota.

Jadi tidak salah bila villa kebanyakan bukan untuk ditinggali tetap dalam jangka waktu yang lama, tetapi villa biasanya hanya untuk tempat tinggal sementara, seperti berlibur menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau sekadar bersantai-santai menghabiskan liburan Lebaran. Namun tidak sedikit juga yang menyewakan villanya menjadi tempat penginapan bagi para wisatawan yang hendak menginap saat berlibur.

Mendesain sebuah villa memang bukan pekerjaan yang mudah. Selain bentuk permukaan tanah yang .biasa miring atau curam, terkadang villa juga dibangun di tepian jurang. Jadi mendesainnya harus benar-benar sebaik mungkin dan tentunya menggunakan barang-barang bangunan yang baik juga. Mempunyai Villa sendiri mungkin menjadi impian bagi sebagian orang, karena selain kita bebas menggunakannya lagi tanpa menyewa, memiliki villa juga merupakan investasi masa depan yang sangat baik.

Pada umumnya bangunan Villa adalah merupakan bangunan yang unik dan memiliki sentuhan yang artistik, jadi villa tidak hanya sebuah bangunan yang berbentuk rumah biasa saja, tetapi memiliki kelebihan yang baik. Selain itu villa juga harus mampu memanfaatkan energi alam yang ada di sekitarnya, memanfaatkan udara sekitar pegunungan yang cukup bersih.

Cahaya matahari memang tetap dibutuhkan setiap rumah, hal ini penting agar rumah tidak lembab walau berada diiklim lembab, setidaknya hampir seluruh bagian rumah harus terkena sinar matahari. Jadi cahaya matahari sangatlah dibutuhkan untuk kehangatan dikarenakan iklim di pegunungan yang dingin. Namun bangunan villa tersebut juga harus memiliki bukaan-bukaan yang cukup baik agar cahaya mampu masuk keseluruh bagian rumah, dan cahaya matahari pun bisa termanfaatkan dengan baik dan yang terpenting dengan bukaan yang lebar tidak mengganggu privasi penghuninya. Bukaan yang lebar diperuntukkan bagi ruang-ruang yang memiliki sifat publik dan semi publik, seperti ruang tamu, ruang makan, balkon dan ruang santai/keluarga.

Jendela atau bukaan-bukaan memang sangat efektif dalam memanfaatkan cahaya matahari agar cahaya masuk ke dalam ruangan. Bukaan tersebut terdapat pada ruang makan dan kamar pada lantai dua. Sedang area yang terletak di atas ruang makan adalah area terbuka untuk bercengkrama dengan keluarga dan sekaligus untuk menikmati indahnya alam pegunungan.

Bangunan tersebut banyak menggunakan material dari kayu yang dipadukan dengan struktur baja berbentuk pipa. Hal itu dilakukan agar bangunan villa terkesan hangat dan elegan, namun tetap memperlihatkan bangunan yang kokoh.

Struktur baja pipa sendiri selain berfungsi sebagai penopang dari bangunan, juga berfungsi sebagai estetika. Dengan begitu kita pun akan nyaman meninggalinya, selain itu terkadang tekstur tanah didaerah pegunungan miring, jadi dengan pondasi yang kuat, kita tidak perlu khawatir bangunan villa kita akan roboh.

Hal-hal simpel semacam inilah yang akhirnya mampu merealisasikan konsep ramah lingkungan pada sebuah rumah tinggal ataupun villa. Tidak hanya soal material dan gadget yang digunakan, desain sebuah bangunan pun tetap harus diperhatikan.

Semisal ruangan dengan sedikit sekat untuk menghemat penggunaan lampu. Sirkulasi udara menjadi bagian yang kalah pentingnya dalam sebuah rumah tinggal, ketersediaan ruang terbuka hijau dinilai sebagai sesuatu yang penting, mengingat isu global warming yang kian terdengar.

Hadirnya ruang terbuka hijau pada sebuah hunian membuat sirkulasi udara di dalam tempat tinggal dinilai lebih baik. Terlebih jika tersedia ventilasi udara silang sehingga memperlancar pasokan udara sekaligus dapat menghemat penggunaan ac.

Selain itu kemudian bangunan tersebut dibuat panggung atau mengambang di atas tanah juga menjadi salah satu konsep hunian yang cukup baik. Hal itu dilakukan agar tidak banyak merusak kondisi tanah pada area tersebut. Karena dengan konsep panggung, tidak akan banyak dari tanah yang di cut and fill. 

Semua itu dilakukan untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga konsep Green Architecture. Untuk struktur panggung sendiri menggunakan beton. Kenapa dipilih beton sebagai struktur utama dalam menopang bangunan? Karena beton lebih tahan berada dekat tanah dan lebih mudah dalam perawatannya jika dibandingkan dengan baja. Bangunan panggung juga sangat baik, jadi udara bisa melewati sela-sela panggung rumah kita.




BERITA TERKAIT

Aplikasi Sikasep Bisa Jadi Big Data Bagi Tapera

NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP menyebut aplikasi Sistem…

ICM Pastikan Apartemen di Ibu Kota Jalankan Protokol Kesehatan

NERACA Jakarta - Inner CIty Management (ICM) sebagai perusahaan konsultan pengelolaan properti memastikan seluruh apartemen di Ibu Kota tetap menjalankan…

HIN Optimistis Industri Perhotelan Kembali Berkembang Bertahap

NERACA Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perhotelan, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) optimistis industri perhotelan kembali berkembang…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Aplikasi Sikasep Bisa Jadi Big Data Bagi Tapera

NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP menyebut aplikasi Sistem…

ICM Pastikan Apartemen di Ibu Kota Jalankan Protokol Kesehatan

NERACA Jakarta - Inner CIty Management (ICM) sebagai perusahaan konsultan pengelolaan properti memastikan seluruh apartemen di Ibu Kota tetap menjalankan…

HIN Optimistis Industri Perhotelan Kembali Berkembang Bertahap

NERACA Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perhotelan, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) optimistis industri perhotelan kembali berkembang…